Uji Publik Ranperda Puskesmas Hanya Formalitas

Soemito saat menentang  kenaikan tarif dalam Raperda Pelayanan Kesehatan puskemas,  di ruang paripurna DPRD, Senin (4/6) lalu

Soemito saat menentang kenaikan tarif dalam Raperda Pelayanan Kesehatan puskemas, di ruang paripurna DPRD, Senin (4/6) lalu

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Malang Raya Soemito menilai uji publik Ranperda Puskesmas beberapa waktu lalu hanya formalitas belaka. Pasalnya dalam uji publik tersebut hanya ada dua lembaga masyarakat yang diundang, yaitu YLK dan ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia). Malah, dia mengaku hingga detik ini pihaknya tidak menerima draft Ranperda tersebut.

Menurut Mito sapaan akrabnya, acara pada Senin (30/6) lalu di ruang paripurna dewan bukanlah uji publik. Karena yang diundang mayoritas pegawai negeri dan tidak mengungkapkan suaranya sama sekali.
Sehingga uji publik tersebut dianggap sebagai formalitas belaka untuk meloloskan Ranperda.

“Malah saya tidak diberi draft Ranperda hingga detik ini, bagaimana saya bisa mengkritisi,” ungkapnya.
Mito memberi masukan agar uji publik digelar dengan peserta terbatas supaya tidak menghabiskan anggaran. Yaitu meliputi perwakilan pemerintah, dewan, masyarakat serta YLK. Uji tersebut dia katakan gagal karena banyak peserta yang datang untuk duduk-duduk saja.

“Sebenarnya jika dikatakan tarif Puskesmas terpaksa naik karena tak pernah dinaikkan selama sembilan tahun bukan alasan yang tepat. Saya juga berpendapat karena tidak naik selama sembilan tahun maka sudah waktunya digratiskan,” tegas dia.

Seperti diberitakan Malang Post, akhirnya tim Pansus Ranperda Pelayanan Kesehatan Puskesmas DPRD Kabupaten Malang mengadakan uji publik terhadap raperda itu. Namun, dalam uji publik tersebut tarif Puskesmas sebagaimana tertuang dalam Raperda tetap naik.

Dari pantauan Malang Post memang hanya dua elemen masyarakat yang hadir yaitu YLK (Yayasan Lembaga Konsumen) dan ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia), sedangkan sisanya didominasi Camat, Kepala Puskesmas serta bidan.

Dalam uji tersebut hanya YLK yang gencar mengajukan pertanyaan, sedangkan seluruh Kepala Puskesmas yang hadir cenderung mendukung Ranperda itu. Sedangkan Kepala Puskesmas Dau Abdurrahman yang turut bicara malah menerangkan fungsi Puskesmas. Menurut dia sebagai layanan kesehatan hanya merupakan sebagian kecil fungsi Puskesmas.

“Yang utama sebagai pusat pembangunan kawasan kesehatan, kawasan pemberdayaan masyarakat dan sebagian kecil sebagai pusat pelayanan kesehatan,” katanya.(ary/eno)
(Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s