Pembatasan Kuota 10 persen Pendaftar Dari Luar Kota Diprotes

Para orangtua yang mendatangi Kantor Disdik untuk menanyakan kebijakan pembatasan kuota 10 persen pendaftar dari luar kota

Para orangtua yang mendatangi Kantor Disdik untuk menanyakan kebijakan pembatasan kuota 10 persen pendaftar dari luar kota

Hingga hari terakhir pelaksanaan Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Online kemarin, Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang masih saja menjadi serbuan pendaftar. Yang paling banyak pendaftar dari luar kota. Bahkan, hingga siang kemarin ada banyak pendaftar luar kota yang baru mendaftar registrasi.

“Banyak yang mengaku tidak tahu jadwal, jadi kami layani saja yang dari luar kota untuk mendapatkan nomor register,” kata salah satu petugas pendataan di Posko PSB Online Disdik Kota Malang.

Selain mengaku tidak tahu dengan jadwal PSB Online, beberapa orangtua juga banyak yang mulai komplain dengan kebijakan pembatasan kuota 10 persen. Kebijakan yang dikeluarkan Disdik ini dianggap merugikan. Sebab ada beberapa pendaftar dari luar kota yang terpaksa menerima nasib tidak diterima di sekolah pilihannya, hanya karena kuota luar kota yang 10 persen saja. Mereka menganggap kebijakan tersebut membuat para pendaftar luar kota tak bisa bergerak bebas. Meski Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi, namun ada beberapa siswa dari luar kota yang akhirnya harus terlempar dari perebutan kursi sekolah negeri.

“NUN anak saya sebenarnya masih bisa diterima di SMA Tugu. Tapi ternyata tidak bisa karena ada batasan kuota luar kota. Padahal saya sudah yakin kalau bisa diterima di sana karena NUN anak saya tinggi,” ungkap Bambang, salah satu pendaftar dari luar kota.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menuturkan kebijakan pembatasan kuota 10 persen itu dikeluarkan semata untuk melindungi siswa dalam kota Malang. Jika tidak bisa jadi siswa dalam kota malah tidak kebagian kursi sekolah negeri. Sebab bisa jadi NUN yang dibawa siswa luar kota banyak yang tinggi. Sehingga sistem akan mengadu secara tersendiri NUN dari luar kota untuk memenuhi pagu di sekolah negeri. (oci/udi) (Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s