Pulang dari Pesantren, Anak Tiri Diperkosa

Eko Santoso didampingi pamannya saat memperkarakan ayah tirinya, Kholik

Eko Santoso didampingi pamannya saat memperkarakan ayah tirinya, Kholik

Belum puas menikahi ibunya, Kholik, 37 tahun warga Dusun Pekur, Desa Sumberejo, Pagak beralih melirik anak tirinya. Sebut saja Bunga (nama samaran), 14 tahun yang dia jadikan pelampiasan nafsu berahinya.

Ironisnya, Bunga yang saat ini sedang menempuh pendidikan kelas VIII di sebuah Ponpes ini, tidak hanya sekali dicabuli. Sebaliknya sudah berulangkali sejak gadis kecil itu duduk di bangku kelas VI SD hingga berakhir Juni lalu.

Kholik baru menghentikan liarnya nafsu berahinya itu, setelah dia meringkuk di ruang tahanan Mapolres Malang, akibat diperkarakan korban dan keluarganya.“ Kalau berapa kali tubuh adik saya digerayangi pelaku, saya nggak mengerti. Yang jelas sudah berulang kali,”ungkap Eko Santoso, 17 tahun kakak kandung korban kepada Malang Post yang menemuinya di Mapolres Malang siang kemarin.

Eko yang lebih banyak tinggal serumah dengan nenaknya ini mengatakan, semenjak ibunya, Ratini menikah lagi dengan Kholik, Bunga selalu dijahili. Dan perbuatan cabul itu selalu dilakukan di dalam kamar setiap kali Bunga pulang dari Ponpes. Sejauh itu, korban memang tidak punya keberanian untuk membocorkan aibnya lantaran takut ancaman sang ayah tiri.“ Selama mondok, dia (korban) memang tinggal di asrama Ponpes dan setiap bulan pulangnya hanya sekali atau dua kali,’’tambah remaja yang baru lulus SMP ini.

Aib tersebut baru terungkap, setelah korban merasakan sudah tak kuasa lagi menahan perlakukan ayah tirinya. Kemudian, Bunga minta tolong pada Bida teman di Ponpesnya untuk menelepon Eko agar mau datang ke Ponpes. Kamis (10/7) pukul 20.00 Eko mendatangi asrama adiknya.

Pertemuan itulah, yang dijadikan Bunga mencurahkan seluruh penderitaanya selama ini. Mendengar itu Eko mengaku benar-benar emosi, dia pun cepat pulang mengadu pada pamannya. Dari kesepakatan pihak keluarga, akhirnya kasus tersebut diperkarakan ke polisi.“ Ia (Kholik) baru mengakui perbuatannya, setelah ditanuya berulangkali,’’pungkas Eko.(agp/lyo) (agung priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s