Eksekusi Ibu – Anak Agaknya akan Dipercepat

Hingga pukul 00.00 WIB, Rabu tadi malam, pelaksanaan eksekusi terpidana mati Sumiarsih dan Sugeng, belum diperoleh satu kepastian, kapan akan segera dilakukan.

Meski kedua jagal keluarga Letkol (Mar) Purwanto ini sudah dipindahkan ke rutan Medaeng, Surabaya, tetapi tidak ada yang berani memastikan kapan eksekusi akan dipenuhi.

Sebaliknya, Kejaksaan Negeri Surabaya hanya memberi aba-aba kalau eksekusi keduanya akan dilakukan secepat mungkin. Seluruh protap (prosedur tetap) terkait pelaksanaan eksekusi Sumiarsih dan Sugeng, satu demi satu telah diupayakan untuk bisa dipenuhi. Termasuk permintaan terakhir untuk kedua terpidana.

Bukti-bukti yang menguatkan tindakan Kejari Surabaya itu diantaranya dengan dipertemukannya Sumiarsih dan Sugeng, Selasa malam, sekitar pukul 22.20 WIB di Rutan Medaeng. Sugeng, yang selama ini menjalani hukuman di LP Porong, telah dipindahkan dan masuk di Rutan Medaeng sekjitar pukul 22.10 WIB.

Tidak berselang lama, Sumiarsih yang diberangkatkan dari LP Wanita Sukun Malang sekitar pukul 20.30 WIB tiba di Medaeng sekitar 22.18 WIB atau delapan menit lebih lambat dibanding anaknya, Sugeng. Setelah keduanya beristirahat dari perjalanan masing-masing, Selasa malam itu juga, ibu dan anak ini dipertemukan di ruangan khusus.

Seperti sudah diduga sebelumnya, pertemuan Sugeng dan Sumiarsih menjadikan suasana pertemuan sangat haru biru. Bahkan, jaksa Ariyana SH yang menjatuhkan hukuman mati untuk Sumiarsih, tidak kuasa menahan air matanya, melihat keduanya berpelukan setelah lima tahun tidak pernah bertemu sama sekali.

”Keduanya, terakhir bertemu tahun 2003 lalu. Setelah itu, tidak pernah bertemu lagi. Sudah bisa dibayangkan bagaimana, rindunya bu sih(panggilan Sumiarsih) melihat anaknya, yang selama ini memang ingin dipertemukan sebelum dieksekusi,” tutur Felicia, pacar Sugeng yang mengaku mendapat informasi pertemuan itu dari Wati, adik Sugeng.

Keduanya tidak bisa menahan air mati. Bahkan, dalam pertemuan itu keduanya masih saling sesenggukan menahan rasa haru, yang sekian lama tidak pernah bertemu. Baik Sugeng atau pun Sumiarsih sama-sama menanyakan kesehatannya masing-masing selama terpisah lima tahun lebih.

Selain itu, Sumiarsih minta kepada Sugeng agar tabah menghadapi cobaan yang sekarang ini berada di depan mata mereka. Melihat ibunya yang begitu tegar, Sugeng pun semakin larut dalam linangan air mata. Sugeng seolah tidak percaya melihat ibunya begitu tegar dan cukup siap menghadapi ajal di depan regu tembak Brimob Polda Jatim.

Karena pertemuan ini menjadi salah satu keinginan keduanya, maka pertemuan Sugeng dan Sumiarsih berjalan cukup lama. Pertemuan yang dilakukan di tempat khusus di dalam Rutan Medaeng, tetap diawasi ketat petugas Brimob Polda Jatim.

Terbukti, sekitar pukul 02.05 Rabu dinihari, empat orang Brimob keluar dari Rutan Medaeng lengkap dengan senjatanya. Sejenak kemudian, Jaksa Ariyana SH dan asistennya mengikuti dibelakanya kemudian buru-buru naik Kijang L 1751 XJ untuk berlalu dari kawasan Medaeng.

Setelah dirasakan cukup, Sugeng dan Sumiarsih kemudian diantarkan ke selnya masing-masing. Sel khusus yang dipersiapkan Sumiarasih menempati sel karantina bernomor 1 di Blok W (khusus wanita) dan Sugeng dibawa ke sel nomor 1 Blok D (khusus laki-laki). Keduanya, dinyatakan sehat-sehat saja meski baru menjalani perjalanan pemindahan dari Malang dan Porong. (has/mar) (Hary+Marga/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s