Pertemuan Keluarga Sumiarsih Dibatasi

Rachmwati Peni Sutantri, menulis surat untuk Sugeng dengan berlinang air mata di ruang tunggu Rutan Medaeng.

Rachmwati Peni Sutantri, menulis surat untuk Sugeng dengan berlinang air mata di ruang tunggu Rutan Medaeng.

Skenario percepatan eksekusi terpidana mati Sumiarsih dan Sugeng, ternyata benar-benar diwujudkan. Meski, hingga pukul 00.00 WIB, Kamis malam, eksekusi belum dilakukan, tetapi sejak pagi hingga malam, suasana eksekusi sudah mulai terasa. Baik yang berada di luar rutan atau pun di dalam Rutan Medaeng.
Di dalam rutan, pertemuan keluarga dekat yang ingin bertemu Sumiarsih dan Sugeng, mulai kemarin benar-benar sangat dibatasi. Buktinya, Tidak satu pun jemaat dari Yayasan Pelita kasih (YPK) Malang yang diperbolehkan menemui, kecuali Pdt. Andreas yang selama ini menjadi pembimbing Sumiarsih di LP Wanita Sukun Malang.

Kamis kemarin, Roes Mey Wati yang akrab dipanggil Wati hanya bisa menemui Sugeng dan Sumiarsih dengan didampingi Andreas serta Felicia dan dua anaknya. Felicia sendiri adalah istri Sugeng, yang selama ini masih disebut sebagai pacar.

Sedang dua orang anak yang dibawa untuk menemui Sugeng dan Sumiarsih, Kamis siang kemarin, tidak lain adalah anak Felicia dari suaminya terdahulu sebelum bertemu dan menikah diam-diam dengan Sugeng lima tahun lalu. ”Saya tidak boleh ikut. Hanya keluar dekat saja, yang boleh masuk,” tutur Ny Lia, salah satu pengurus YPK.

Tidak itu saja, Rachmawati Peni Sutantri, anggota Komisi E DPRD Jatim ketika hendak menemui Sugeng, juga tidak diizinkan masuk ke ruang pertemuan khusus. Peni, yang juga teman SMP di Jombang dan juga cinta pertama Sugeng, ditolak ketika hendak menemui Sugeng.

Peni, yang juga politikus PDI Perjuangan Jatim ini, akhirnya hanya sampai di ruang tunggu Rutan
Medaeng. Itu pun setelah dirinya menunjukkan kartu identitas dirinya sebagai anggota DPRD Jatim. Peni tidak diperkenankan petugas menemui Sugeng, tetapi diberi kesempatan untuk menulis surat kepada Sugeng.

”Apa mbak tidak kasihan, kalau nanti ketemu Sugeng. Apalagi, sekarang ini hari terakhir dia bisa ketemu keluarganya. Apa nanti, Sugeng tidak malah mikir terus kalau ketemu ibu Peni,” dalih petugas kepada Peni yang ingin ketemu Sugeng.

Di dalam ruangan ini juga, Peni dengan terus berlinang air mata mulai menulis surat kepada Sugeng. Sambil sesekali mengusap air matanya yang cukup deras, dalam suratnya Peni menyebutkan kalau dirinya sebetulnya ingin menemui Sugeng sebelum ajal menjemputnya.

Selain itu, Peni mewakili semua teman-temnnya ketika masih SMP di Jombang memaafkan semua kesalahan Sugeng. Begitu pula sebaliknya. ”Kami semua memaafkan kesalahanmu. Sori tulisanku kacau karena aku menulis surat ini sambil terus menangis. Kamu tak telpon tetapi diangkat ibumu…,” begitu tulis Peni.

Di ruang ini juga, Malang Post bisa melihat dengan jelas dan bisa memotret Peni yang sembari menangis dan menulis surat terus diawasi petugas.

”Sebelum dibawa ke Medaeng, Selasa pagi, saya masih sms-smsan dengan Sugeng. Bahkan, dia menitipkan bunga gelombang cinta untuk saya agar diambil di LP Porong,” tutur Peni.

Sembari mengenang masa-masa lalu ketika masih di SMP, Peni menyebutkan, kalau Sugeng memanggil dirinya dengan sebutan Inep atau Peni tetapi dibalik. Belakangan karena menaruh hati dengan dirinya, Sugeng lantas memanggilnya dengan sebutan Camelia.

”Sedang Sugeng ketika masih SMP dikenal dengan panggilan ngglendhem. Diantara geng (kumpulan) kami ketika itu semuanya ada nama panggilan sendiri-sendiri,” papar Peni, yang langsung keluar dan pergi menuju Kajari Surabaya untuk tetap bisa bertemu Sugeng. (has/mar)
(harry santoso/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s