Sumiarsih-Sugeng Menjalani Eksekusi dengan Ditembak Terpisah

Sempurna sudah perjalanan hidup Sumiarsih dan Sugeng di dunia ini. Setelah menjalani hukuman penjara 20 tahun lebih, ibu dan anak, terpidana mati kasus pembantaian keluarga Letkol Mar. Purwanto ini, harus menjalani eksekusi di depan regu tembak Brimob Polda Jatim.

Eksekusi dilakukan Sabtu dinihari, di sebuah tempat yang dirahasiakan. Jadwal dan pelaksanaan eksekusi ini sendiri mengacu pada ketentuan bahwa 3 x 24 jam setelah dipindahkan ke Rutan Medaeng, eksekusi harus dilakukan.

Sembari menunggu pelaksanaan eksekusi, sejak siang hingga 21.00 WIB tadi malam, sejumlah kendaraan roda empat sebagai pendukung prosesi eksekusi, satu demi satu masuk kea real Rutan Medang, melalui pintu masuk sisi selatan.

Bahkan, baru pukul 16.00 WIB, tercatat sudah enam unit kendaraan untuk persiapan mengangkut Sumiarsih dan Sugeng, petugas Brimob, petugas Kejaksanaan, petugas Rutan Medaeng serta petugas Negara lainnya, yang ditunjuk secara resmi mengikuti proses eksekusi.

Kendaraan itu dimasukkan ke areal dengan tiba-tiba untuk menghindari jepretan dan pantauan media cetak dan elektronik, yang sejak Selasa malam lalu, standby di depan rutan Medaeng. Karena, kerumunan wartawan diduga telah menyebabkan tertundanya jadwal eksekusi, yang semula akan dilakukan Jumat dinihari.

Sepertinya, seluruh unsur eksekutor Sumiarsih dan Sugeng bingung bagaimana caranya menghindari media agar tidak nguntit dari Medaeng hingga lokasi eksekusi yang sangat dirahasiakan itu. Apalagi, eksekusi Sumiarsih dan Sugeng dilakukan di tempat terpisah.

Baru sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa kendaraan yang jumlahnya sudah cukup banyak di dalam areal rutan, satu demi satu mulai mengalir keluar dengan cepat. Tidak diketahui pasti, Kijang atau mobil mana yang membawa Sumiarsih dan Sugeng, yang akan ditembak secara terpisah ini.

‘’Tipis kemungkinan tidak dieksekusi Sabtu dinihari nanti. Karena, tenggat waktu yang diberikan pemerintah habis pada hari ini (Jumat kemarin). Buktinya, kami sudah tidak bisa bertemu lagi dengan Sugeng atau bu Sih (Sumiarsih),’’ tutur M Soleh, Pengacara Sugeng kepada Malang Post, Jumat malam kemarin.

Gambaran eksekusi kian menguat, manakala petugas dari Kejaksaan Tinggi Surabaya dan Kejati Jatim telah memberi tahu keluarga Sumiarsih dan Sugeng, untuk bersiap-siap. Tidak dijelaskan persiapan apa yang dimaksudkan untuk keluarga terpidana, yang kemarin disampaikan melalui Roes May Wati atau Wati.

Dari pantauan Malang Post di sekitar Rutan Medaeng menunjukkan, volume persiapan pelaksanaan eksekusi, sejak pagi hingga malam, tampak begitu meninggi. Sejak pagi-pagi sekali, di mulut gang masuk ke Rutan Medang telah ditempatkan puluhan polisi Polda Jatim.

Begitu juga di dalam rutan Medaeng, telah ditempatkan satu regu Brimob Polda Jatim untuk mengamankan lokasi sel sekitar Sumiarsih dan Sugeng dikarantina. Akibatnya, ibu dan anak ini, sejak pukul 12.00 WIB telah diklasifikasikan steril dari kunjungan siapapun.

Kalau pun ada yang diizinkan Kejari Surabaya, hanyalah bapak kandung Sugeng yaitu Suwadi. Suwadi yang juga mantan suami Sumiarsih ini datang ke Medaeng sekitar 11.00 WIB. Tetapi, karena belum ada izin dari Kejari, Suwadi yang datang dengan dua anak dan istrinya yang sekarang, harus menuju Kejari Surabaya.

Akhirnya, sekitar 15.45 WIB, Suwadi datang kembali ke Medaeng dan diperkenankan menemui Sugeng serta Sumiarsih. ‘’Saya ini orang tua kandung Sugeng, kenapa tidak boleh menemui,’’ tutur Suwadi, ketika akan berangkat menuju Kejari Surabaya, yang letaknya sekitar 20 KM arah barat Medaeng yaitu di kawasan Suko Manunggal.

Suwadi baru keluar dari rutan Medaeng kisaran 16.45 WIB dan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Begitu juga istrinya dan dua anaknya, wajahnya tampak sembab karena kesedihan melihat Sugeng dan Sumiarsih akan dieksekusi. Malah, bapak beranak ini, matanya masih basah dengan air mata ketika mencari mobilnya untuk kembali pulang ke rumahnya. (has/mar) (Hary+Marga/malangpost)

9 Komentar

Filed under Berita, Indonesia

9 responses to “Sumiarsih-Sugeng Menjalani Eksekusi dengan Ditembak Terpisah

  1. jaiman2bigdream

    sebagai sesama manusia pasti kita prihatin. semoga Tuhan yang Maha Penyayang membukakan ampunan
    Kita yang tidak dihukum belum tentu juga lebih baik.

    Salam
    kenal

    Jaiman

  2. gimana ya rasanya di eksekusi mati.
    di indo ekeskusi mati belum dapat memberikan pelajaran bagi penjahat2 lainnya karena di adakan secara tertutup.
    coba di buat di hadapan umum pasti orang orang bisa liat langsung dan jera…………….

  3. memang kontroversial ttg hukuman mati dari sisi kemanusiaan memang saat ini dinilai melanggar ham, namun dari sisi lain juga terkadang masih diperlukan terutama kalo menurut saya para penjahat narkoba, mati in aja karena buat rusak generasi bangsa

  4. duniabaruku

    klo memang tlah terbukti salah, itulah harga yang mesti dibayar. Coba saja apabila terdakwa memikirkan dulu apa akibatnya, bagaimana rasanya ditinggal orang-orang yang dicintai, meninggalkan kerabat yang penuh cinta sesama…niscaya urung niat tersebut.

  5. indahmungil

    setuju mas donny, penjahat narkoba sama dengan saja dengan pembunuh, mereka telah membunuh harapan dari orang tua yang anaknya kecanduan narkoba. Sudah sepatutnya dihukum mati, kalau perlu dipercepat, dan dilakukan di depan umum.

  6. Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita

    saya tak setuju dengan hukuman mati.
    bagaimanapun jahatnya kita tak boleh membunuh. meski atas dasar undang undang negara sekalipun.

    jika Buddha menjadi presiden, mungkinkah ia menetapkan hukuman mati? pikir sendiri.

  7. werk

    buddha jadi presiden ?
    ya gak tau mas…

    sampean aja yg pikir, kan yg kenal sampean

  8. Tweety

    Yang berhak mencabut nyawa manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa, seandainya manusia di dunia ini bisa memelihara persaudaraan yang dilandasi kasih dan sayang, kejujuran, cinta damai…
    hukuman mati bisa dihilangkan…diganti dengan hukuman seumur hidup…
    jadi pada dasarnya saya sangat tidak setuju dengan hukuman mati.

    syallom….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s