Kelompok Tani Budidaya Ikan Ancam Demo Terkait Pencemaran

Sebagian warga kelompok petani budidaya jaring sekat desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare dalam heraing di DPR, mereka mengancam bakal demonstrasi, kemarin.

Sebagian warga kelompok petani budidaya jaring sekat desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare dalam heraing di DPR, mereka mengancam bakal demonstrasi, kemarin.


Kelompok Petani Budidaya Ikan Jaring Sekat Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare berang. Pasalnya, Pemkab Malang tidak bisa menunjukkan hasil laboratorium pemeriksaan pencemaran air di Bendungan Sutami. Bahkan petani mengancam bakal menggelar unjuk rasa karena kesal dengan pemaparan Kepala Dinas LH Subandiyah Azis. Hal tersebut terungkap usai hearing di ruang paripurna bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinas Peternakan, kemarin.

Para petani itu pusing lantaran hanya hasil laboratorium yang bisa menunjukkan pabrik yang mencemari air bendungan beberapa waktu lalu. Pasalnya mereka sangat dirugikan karena ribuan ikan mati dan hingga kini belum ada pihak yang memberikan ganti rugi, termasuk pemerintah.
Bahkan dalam hearing tersebut Ketua Kelompok Petani Budidaya Ikan Jaring Sekat Joko Sulaksono nampak tegang.

“Pusing mas, kita ini sudah buntu, masak dari dulu jawabannya pencemaran domestik. Rakyat tidak tahu apa itu domestik, mereka minta hasil,”ujar Joko.

Dia menegaskan pihaknya bakal menggelar aksi demonstrasi, entah ke dewan atau kepada Dinas Lingkungan Hidup. Joko juga menganggap, Dinas LH dan Jasa Tirta I saling melempar tanggung jawab. Hal itu terlihat ketika hasil laboratorium yang diminta tidak kunjung diturunkan.
Sementara itu Kadis LH Subandiyah mengaku secara signifikan tidak menunjukkan adanya pencemaran air.

“Bukan nihil ada sebagian kandungan Nitrit Fosfat, kami punya hasil Lab dari Labfor Polda dengan banyak item, tapi secara signifikan tidak menunjukkan adanya pencemaran air. Kesimpulan saya karena sample diambil setelah kejadian,” elak Kadis LH Subandiyah kepada Malang Post.

Subandiyah mengatakan persoalan tersebut sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab LH saja. Pasalnya, secara teritorial Bendungan Sutami dibawa kekuasaan Perum Jasa Tirta I. Sedangkan dalam heraing tersebut pihak Jasa Tirta I tidak hadir, padahal dia sudah meneleponnya.

“Saya sudah menelepon demi Allah, nanti saya akan gelar pertemuan lagi dengan mengundang Jasa Tirta I,” pungkasnya.(ary/jon) (bagus ary/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s