Adu Cerdik Mencari Tahu Lokasi Eksekusi Sumiarsih dan Sugeng

Peti Jenazah Sumiarsih menjelang pemakaman

Peti Jenazah Sumiarsih menjelang pemakaman

BRAVO Satuan Bromob Polda Jatim !! Begitu barangkali pujian paling pas untuk pasukan elite Polda Jatim, yang kemarin bertindak sebagai eksekutor pelaksanaan eksekusi terpidana mati Sumiarsih dan Sugeng. Sebab, rekor menyembunyikan lokasi pelaksanaan eksekusi di mata wartawan elektronik dan cetak, belum terpecahkan sampai sekarang.

Betapa tidak, kesatuan ini masih sangat piawai mengelabui puluhan mobil dan sepeda motor yang digunakan para wartawan untuk menguntit mereka membawa ke lokasi di mana Sumiarsih dan Sugeng akan ditembak mati. Padahal, Brimob hanya mengerahkan enam unit mobil Toyota Kijang.

Kecewakah wartawan? Tidak. Justru sebaliknya, pengalaman menguntit Brimob melakukan eksekusi terhadap terpidana mati justru menjadi arena adu kepandaian mengatur strategi. Pertarungan strategi antara wartawan dan Brimob Polda Jatim.

Sekitar pukul 23.45, gerbang pintu keluar Rutan Medaeng mulai terbuka. Seketika itu, hanya dengan hitungan detik, sebanyak enam unit mobil Kijang warna silver dan hitam meluncur dengan cepat membawa Sumiarsih dan Sugeng menuju lokasi eksekusi.

Wartawan Malang Post, yang sejak Selasa (15/7) malam berada di depan Rutan Medaeng menunggu detik-detik pelaksanaan eksekusi, ingin sekali mengetahui di mana Sumiarsih dan Sugeng akan ditembak mati. Karena itu, sejak dini, strategi mulai ditata. Termasuk, strategi yang sama yang dilakukan media elektronik. Begitu satu demi satu mobil Kijang yang membawa Sumiarsih dan Sugeng keluar rutan Medaeng, saya memutuskan menguntit mobil Kijang nomor urut ke 3, yang saya perkirakan di dalamnya berisi salah satu dari dua terpidana mati ini.

Pertimbangan saya memilih mobil Kijang urutan ketiga, sebab analisanya mobil Kijang terdepan pembuka jalan, mobil Kijang kedua pasukan pengawal, mobil Kijang ketiga membawa terpidana, mobil Kijang keempat membawa terpidana, mobil Kijang kelima pasukan pengawal dan terakhir penyapu ranjau.

Keenam mobil kijang ini begitu keluar menuju jalan raya, langsung berpencar. Dua unit menuju arah Sepanjang (ke barat), dua unit menuju ke jalan tol dan dua unit menuju ke selatan arah Sidoarjo. Yang masuk tol inilah yang kami ikuti. Tetapi, karena ada tenggat waktu sekitar tiga menit antara gerakan enam mobil Kijang dengan mobil yang kami tumpangi dari Medaeng, ternyata pengaruhnya cukup besar. Buktinya, dua unit Kijang bernomor L 577 MM yang kami kejar, bak hilang ditelan bumi.

Agar tidak sia-sia, pengejaran kami lanjutkan menuju desa Sumurwelut di kawasan Benowo,Tandes Surabaya Barat. Kami pilih arah ini karena ada info dari dalam yang menyebutkan, lokasi penembakan ada dua yaitu Sumurwelut Benowo dan kawasan Tambak di kawasan Romokalisari ke arah Gresik.

Ketika kami mengubek-ngubek kawasan Tandes mulai Sumurwelut sampai Jurang Kuping, kami tidak mendapatkan apa-apa. Padahal malam itu dengan kecepatan 100 km/jam selama satu jam, di areal itu tidak mendapatkan apa-apa. Maklum saja, mobil Kijang yang kami prediksi membawa salah satu terpidana itu dan ternyata benar, begitu keluar Medaeng, masuk tol langsung bablas keluar tol Sidoarjo, kemudian balik ke arah utara menuju pintu masuk RS Bhayangkara Polda Jatim langsung ke lapangan tembak, yang menjadi lokasi eksekusi dua terpidana mati Sumiarsih.

Sedang ketika berada di tol, kami putuskan keluar tol Benowo menuju Sumurwelut dan Jurangkuping. Kenapa lokasi ini dijadikan alternative ekkusi, karena di kawasan ini ada alas (hutan) milik perhutani, yang sangat cocok untuk menembak Sumiarsih dan Sugeng. Apalagi, posisinya tidak jauh dari Markas Brimob.

Begitu tidak mendapatkan hasil alias nihil, kami pun memutuskan ke kamar mayat RS Dr. Soetomo tempat kedua terpidana diotopsi. Ternyata, wartawan baik dengan mobil dan motor yang mengejar enam unit mobil Kijang tadi, begitu kumpul di kamar mayat, semuanya tidak mendapatkan hasil. (*) (marga/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s