Bongkar Makam Prayit

Rencana memindahkan jasad Adi Prayitno dari makam Kembang Kuning ke TPU Samaan, karena sejak dimakamkan 27 Juni 2001, makamnya tidak ada yang merawat. Apalagi, kondisi makam Prayitno di Blok DD Kembang Kuning Surabaya , sudah hampir hancur.

‘’Dengan dijadikan satu, maka keluarga dan kerabat yang ada di Malang bisa setiap saat merawatnya. Kuburan pak Prayit sekarang seolah mau roboh, karena tidak pernah dijenguk,’’ tutur Andreas Nur Mandala.

Secara panjang lebar, pendeta berkacamata minus ini, lantas menceritakan panjang lebar, tentang proses pemakaman hingga pemilihan lokasi kuburan Prayitno, yang meninggal karena sakit di RS Dr. Soetomo Surabaya , tujuh tahun lalu. Di mana ketika itu, tidak satu pun perangkat negara yang mau memperhatikan keberadaan Prayit sejak sakit sampai meninggal dunia.

‘’Sebelum ajal, sayalah yang nunggui. Ketika itu darah terus mengalir dari mulutnya. Setelah beberapa hari, kemudian beliau meninggal. Begitu meninggal rumah sakit tidak mau ngopeni,’’ kenang Andreas, yang mengaku memiliki kunci utama kapan eksekusi Sumiarsih dan Sugeng dilakukan.

Pendapat itu juga dibenarkan Suyatno, warga Kembang Kuning Kuburan yang menyebutkan, setelah dikuburka, tidak ada keluarga atau kerabat Prayitno yang datang menjenguk, apalagi merawat. Akibatnya, makam itu sisi kirinya sekarang terangkat dan hampir terguling.

‘’Wati (anaknya) tidak pernah ke sini. Katanya dia di Malang . Warga sendiri karena tidak diserahi untuk merawat, maka tidak ada yang berani merawatnya. Waktu itu, pemakaman dilakukan kerabat dekat pak Prayit,’’ tuturnya.

Makam yang berada di tepi jalan itu, menurut rencana akan dibongkar hari ini oleh petugas yang sudah ditunjuk Andreas. Karena, untuk membongkar tadi malam jelas tidak mungkin, sebab factor teknis tidak mendukung. Apalagi, semuanya masih konsentrasi penanganan penerimaan jasad Sumiarsih dan Sugeng, setelah dieksekusi.

‘’Mungkin besok (hari ini), makamnya kita bongkar dan jasadnya kita angkut ke Malang menuju Sigura-gura (Yayasan Nur Pancaran Kasih). Setelah itu akan kita makamkan sama-sama dengan bu Sumiarsih di Samaan,’’ terangnya. (has/mar)
(harry santoso/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s