Sumiarsih Memang Melegenda

MASA kelam memang menjadi bagian kehidupan Sumiarsih, terpidana mati kasus pembunuhan. Selain menjadi mami di Wisma Happy, Gang Dolly Surabaya, dia juga pernah merasakan menjadi wanita panggilan untuk kalangan atas. Kini, di saat merasakan ajal menjemput, segala dosa yang pernah diperbuatnya dilebur dengan meminta ampunan terhadap Tuhannya. Berikut laporan tim Malang Post dari LP Medaeng.

Nama Sumiarsih ternyata memang sangat melegenda. Yang paling heboh, dia dan keluarga besarnya membunuh Purwanto sekeluarga karena masalah utang. Hingga dia akhirnya divonis hukuman mati bersama suaminya, Djais Adi Prayitno, Sugeng, anaknya dan Adi Saputro, menantunya. Namun, di balik itu, nama Sumiarsih ternyata tidak asing bagi penikmat seks kelas atas.

Di era tahun 70-an, Sumiarsih menjadi wanita panggilan untuk kalangan atas. Track record-nya di dunia esek-esek sangat tinggi. Bayangkan saja, ‘konsumen’ Sumiarsih tidak hanya dari Surabaya saja, melainkan dari Jakarta .

Tidak jarang, hanya dalam waktu seminggu, Bu Sih, nama panggilannya bisa pulang pergi Surabaya Jakarta. Di ibu kota ini, Sumiarsih diketahui suka melayani para pejabat pemerintah. Bahkan, para Jenderal TNI yang sudah pensiun atau aktif, pernah menikmati kemolekan tubuhnya.

Untuk kerahasiaan, Malang Post yang mendapat nama-nama Jenderal ini, hanya menyebut nama Jenderal BM, SDM dan beberapa anggota DPR RI seringkali membooking Sumiarsih.

Tarif untuk sekali kencan, bisa mencapai ratusan ribu rupiah (kala itu). Nominal tersebut, sangat sesuai dengan wajah dan kemolekan Sumiarsih. Saat mudanya, Sumiarsih memang sangat merawat tubuh dan wajahnya dengan berbagai ramuan.

Tidak heran, uang yang didapatnya dari melayani pria hidung belang ini, bisa dibelikan rumah ataupun peralatan rumah tangga. Baik itu di Jombang ataupun di Surabaya .

Saat masuk tahun 1980-an, Sumiarsih mulai merambah dunia mucikari untuk menambah keuangan. Meski begitu, dia terkadang masih melayani beberapa pelanggan setianya. Tidak lama, dia dan Prayit, suami yang dinikahinya ini, memilih untuk menjadi mucikari di Gang Dolly.

Keuangan keluarganya pun makin hebat. Dalam hal mengelola wisma pun, Sumiarsih memilih gadis-gadis yang berpenampilan seksi dan pintar melayani tamu.

“Itulah ibu. Jiwa raganya memang buat keluarga. Uang hasil menjadi mucikari gadis kelas atas juga demi keluarga. Kalau saya analisa, kasus yang menimpa saya (membunuh Purwanto dan keluarga), merupakan tanggung jawab ibu agar keluarganya tidak merana. Hanya saja, jalannya yang keliru,” kata Sugeng, anak Sumiarsih lewat seorang teman baiknya kepada Malang Post.

Tanggungjawab Sumiarsih kepada keluarga ataupun sesama teman-teman tahanan semasa di Lapas Wanita Kacuk Malang ternyata juga sangat membekas di hati pengagumnya di Malang .

Linda, salah seorang pengacara asal Malang yang datang ke Rutan Medaeng menceritakan, segala kebaikan-kebaikan Sumiarsih. “Padahal, terakhir ketemu, dia meminta saya membawakan rujak. Nah, kalau saya lihat sekarang di sekitar Medaeng ada orang jual rujak, rasanya mau menangis,” ujar istri pengacara Aristoteles ini.

Linda tidak datang sendirian. Dia bersama beberapa orang dari Malang yang mengaku ingin sekali ‘melayani’ Sumiarsih hingga meninggal di depan regu tembak. Sayangnya, kedatangan mereka untuk bertemu terpidana mati itu, ditolak dengan alasan Sumiarsih sudah diisolir. (*)
(harry santoso/malangpost)

5 Komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang

5 responses to “Sumiarsih Memang Melegenda

  1. Memang kesalahan yang telah diperbuat Ibu Sumiarsih maupun Sugeng sangat kejam, yaitu membunuh keluarga Let.Kol.Mar. Poerwanto dan vonis hukuman mati yang sudah dijatuhkan belum dilaksanakan bukan karena kesalahan Ibu Sumiarsih atau Sugeng, tetapi yang harus disayangkan mengapa Mahkamah Agung sampai tega memberi hukuman ganda, yaitu :
    Ditembak mati ditambah penjara selama 20 tahun ?
    Hukuman yang dijatuhkan setimpal dengan hukuman maksimal di Indonesia adalah : Hukuman Mati atau Hukuman seumur hidup atau Hukuman penjara selama 20 tahun.
    Jadi Ibu Sumiarsih dan Sugeng telah menjalani hukuman ganda yang sejenis selama ini tidak dikenal dalam hukum pidana Indonesia, yaitu hukuman mati ditambah dengan hukuman penjara selama 20 tahun.
    Jadi untuk hal ini, terjadi kesalahan yang pokok atau sangat fundamental dalam hukum Indonesia dan yang harus bertanggung-jawab didepan hadapan Tuhan atau pengadilan Akherat adalah : Hakim Mahkamah Agung (termasuk Ketua Mahkamah Agung) dan Kejaksaan Agung (termasuk Jaksa Agung) serta Presiden RI yang dimintakan grasi.
    Semoga dimasa yang akan datang hal ini tidak terulang lagi dalam sejarah hukuman mati di Indonesia.

  2. moga aza ya….
    salam blogger

  3. Benny Sukandari

    Saya rasa yg disebut hukuman ganda tsb (hukuman mati dan masih dipenjara 20 th) adalah hal yg masih wajar, sebetulnya malah untung bagi sumiarsih, selama 20 th dia masih bisa menikmati karunia Tuhan berupa kehidupan menghirup udara segar walau di dalam penjara. Coba kalau langsung dihukum mati….., selanjutnya dia akan segera menghadapi hukuman Tuhan yg lebih berat sesuai dengan perbuatannya, tidak sempat bertaubat. Jadi selama 20 th dipenjara kalau Sumiarsih jeli harusnya banyak bertaubat agar diampuni dosa-dosanya oleh Tuhan, bisa-bisa dia setelah dihukum mati di dunia malah naik Surga di akherat kelak…. yah kan? diriwayatkan di jaman Nabi, ada seorang pelacur yang matinya dimasukkuan surga oleh Allah, kenapa ? hanya karena semasa hidupnya pelacur tsb pernah memberi minum pd seekor anjing yg hendak mati karena kehausan. Coba cermati riwayat tsb dan bandingkan dengan riwayat hidup sumiarsih…… hampir sama….., bedanya dimana ? pelacur tsb memberi kehidupan kepada makluk Tuhan yg paling najis sedangkan Sumiarsih menghilangkan kehidupan makluk Tuhan yg paling mulia,………. tapi di mata Tuhan adalah sama, Tuhan akan memuliakan umatnya, kepada siapa saja yg pandai-pandai berdoa, berdzikir, bermunajat mohon pengampunan dan menegakkan tiang agama. “Keadilan hanya milik Allah semata”

  4. deni

    ibu sumiarsih berpengaruh dan menjadi panutan di LP sejak lima tahun terakhir! jangan asal menghakimi… semua dari Tuhan biarlah Tuhan yang menentukan, bukan kita yang mereka-reka!

  5. liel

    apapun yang terjadi itu menjadi tanggung jawab ibu sumiarsih sendiri,krn masing2 manusia bertanggung jawab atas apa yg telah dilakukannya di dunia ini,paling tidak kita ambil pelajaran dari kasus ibu sumiarsih ini agar kita bisa hidup lebih arif dan bijaksana dengan ketaqwaan kepada sang pencipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s