Sutedja : Saya Gagal Bela Sumiarsih-Sugeng

Sutedja Jaya Sasmita

Sutedja Jaya Sasmita

Pengacara Sutedja Jaya Sasmita mengaku gagal dalam membela kedua kliennya, Sumiarsih dan Sugeng lolos dari hukuman mati. Ditemui di RS Dr Soetomo Surabaya, usai eksekusi dini hari kemarin, dia mengaku merasakan kecewa yang amat dalam dan kasihan. Bahkan, Sutedja mengatakan sempat stres dan tidak bisa tidur beberapa hari, setelah grasi Sumiarsih dan Sugeng ditolak beberapa waktu lalu.

“Namun, semuanya yang menentukan adalah Tuhan. Bukan saya. Secara emosional, saya hanya bisa trenyuh. Apapun yang terjadi, kok hasilnya seperti ini,” ujarnya. Sutedja yang tergabung dalam IKADIN Surabaya ini menjelaskan sudah menangani kasus ini sejak penyidikan awal. “Hasil selama 20 tahun, ternyata akhirnya tetap dihukum mati. Usaha kami, hasilnya ya hanya ini. Rasanya sia-sia. Padahal, kami sudah berulangkali meminta agar hukuman mati yang dijatuhkan kepada klien kami, dirubah menjadi hukuman seumur hidup,” lanjut dia.

Disinggung tentang pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh Kejaksaan dibantu Brimob, Sutedja mengaku tidak tahu dimana kedua kliennya ditembak mati. Yang dia tahu, sejak dijemput dari rumahnya di kawasan Manyar, mobil milik Kejaksaan Negeri Surabaya tersebut seringkali berputar-putar hingga akhirnya tiba di sebuah lapangan rumput.

“Waktu itu, suasananya gelap. Ada dua regu tanpa pakai peredam langsung menembak klien kami, setelah sebelumnya dibimbing doa oleh dua pembina rohani di lokasi eksekusi selama lima menit,” katanya. Kala itu, masih menurut pria yang sudah renta ini, kedua kliennya dalam kondisi duduk di kursi. “Bu Sumiarsih dan Sugeng langsung meninggal dunia. Tidak ada teriakan dari mulut keduanya,” tegasnya. (has/mar) (harry santoso/malangpost)

2 Komentar

Filed under Berita, Indonesia

2 responses to “Sutedja : Saya Gagal Bela Sumiarsih-Sugeng

  1. hidup dan mati seseorang bukan negara dan orang yang menentukan, tetapi TUHAN. Hapus hukuman mati n ganti hukuman seumur hidup. Manusia bisa saja salah tetapi bukan berarti manusia juga yang menentukan hidup seseorang.

  2. ida ayu poet

    semua sudah ada jalannya pak. Tuhan yang menentukan. anda sudah melakukan yang terbaik selama 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s