Butuh Lima Tahun untuk Raih Sertifikasi Dokter

Dr Farhad Bal’afif, SpBS dan Ketua IDI Malang Raya Dr Subagjo SpB (K) TKV saat menjelaskan persiapan seminar

Dr Farhad Bal’afif, SpBS dan Ketua IDI Malang Raya Dr Subagjo SpB (K) TKV saat menjelaskan persiapan seminar

Sertifikasi tidak hanya wajib dilakukan para guru. Profesi dokter baik umum ataupun spesialis pun wajib memperoleh sertifikasi. Hanya saja, perolehan sertifikasi antara guru dan dokter sangat jauh berbeda. Sertifikasi dokter membutuhkan waktu lima tahun.

Persoalan sertifikasi ini akan dikupas secara gambling dalam seminar Pengembangan Pendidikan Keprofesian dan Berkelanjutan (P2KB) yang diadakan IDI Malang Raya dan RSSA Malang, Sabtu besok di Graha Medika Fakultas Kedokteran UB.

Menurut Ketua IDI Malang Raya, Dr Subagjo, SpB (K) TKV, P2KB ini merupakan salah satu syarat dokter yang tidak memiliki izin praktik dokter atau masa izin praktiknya hampir selesai. Karena dari sekian kategori, syarat mengurus perizinan praktik dokter, seminar P2KB ini nilainya 6.

“Seorang dokter harus memiliki buku catatan harian aktifitas yang diisi sendiri. Dan dari buku itulah semua kegiatannya terpantau dan ternilai. Yang jelas, nilai akhir yang harus dikumpulkan oleh dokter untuk mendapatkan kembali perpanjangan izin, yaitu 250,’’ kata Subagjo.

Kredit tersebut memang tidak diambil selama satu tahun, melainkan lima tahun. “Jangan dikira, 5 tahun itu lama dan nilai 250 itu mudah di dapat. Jika kita sebagai dokter tampil biasa-biasa saja, sudah pasti tidak akan bisa mencapai nilai 250 tersebut,’’ tandas Subagjo lagi.

Perolehan nilai itupun dijelaskan oleh Subagjo, tak lain didapat dari keseharian atau aktifitas dokter tersebut. Tapi yang jelas, Subagjo megatakan jika dengan menjadi peserta seminar maka, nilai dokter tersebut akan bertambah enam point. Nilai tersebut sangat besar dibandingkan nilai-nilai yang lain. Bahkan kegiatan operasi sekaligus, hanya dinilai 1-2 point saja.

“Penghitungan ini dinilai per jam. Satu jam satu poin. Sedangkan seminar biasanya enam jam. Sehingga langsung mendapatkan nilai 6,’’ tambah Subagjo.

Berkaitan dengan izin praktik dokter, Subagjo mengatakan dokter harus mendaftarkan ulang izinnya yang lama ke IDI. Selanjutnya IDI melakukan penilaian dengan pertimbangan-pertimbangan, yang dapat dilihat dan dikoreksi dari LoG Book milik dokter yang wajib dilampirkan.
Sementara itu Dr Farhad Bal’afif, selaku ketua seminar P2KB, kemarin mengatakan, program P2KB ini merupakan ide dari pusat yang harusnya diberlakukan sejak tahun 2007 lalu. Namun karena kendala informasi, maka di wilayah Malang ini baru dilaksanakan tahun 2008.

Farhad mengatakan dalam seminar yang diadakan Sabtu (26/7) mulai pukul 07.30 WIB itu akan dibahas konsep P2KB sebenarnya. “Program P2KB ini sangat penting, berkaitan dengan tingkat profesionalisme kita dalam menjalankan tugas. Apalagi program ini juga sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan ulang izin praktik dokter yang kita miliki,’’ kata Farhad.(ira/lim)
(Ira Ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s