Malang Gagal di Olimpiade Fisika UM

Peserta tengah melakukan eksperimen di babak semi final dalam ajang tahunan Olimpiade Fisika tingkat Jawa Timur di UM

Peserta tengah melakukan eksperimen di babak semi final dalam ajang tahunan Olimpiade Fisika tingkat Jawa Timur di UM


Ajang tahunan Olimpiade Fisika tingkat Jawa Timur yang digelar mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dimenangkan SMAN 3 Pamekasan. Tim SMAN 3 Pamekasan berhasil merebut juara umum dan membawa pulang Piala Bergilir Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Setelah sebelumnya di babak final sekolah ini berhasil mengalahkan tim dari SMAN 1 Batu, yang menduduki juara dua, dan SMAN 1 Pakong Madura yang menduduki juara tiga.

Ketua Panitia lomba Ahmad Athar Lutfi mengatakn, seleksi tahun ini lebih ketat. Sebab di tahap penyisihan ada delapan rayon yang dibentuk khusus untuk menjaring bakat dan potensi di wilayah. “Tahun sebelumnya seleksi awal di tahap penjaringan hanya dilakukan terpusat di UM. Namun, tahun ini pesertanya lebih luas dan merata di seluruh pelosok Jatim,” ungkapnya.

Sayangnya tim dari SMA di Malang sendiri tidak berhasil memboyong piala kehormatan tahun ini. Padahal ada 11 tim dari Malang yang ikut bertanding. Lebih jauh Athar menuturkan, ajang Olimpiade ini diawali dengan penyisihan di delapan rayon. Meliputi Jombang, Malang, Surabaya, Tulungagung, Madura, Lamongan, Jember dan Kediri.

Di babak penyisihan ada 123 peserta se Jatim. Kemudian berlanjut di babak perempat final diseleksi 19 peserta. Di babak semi final, ada enam tim yang lolos. Yaitu SMAN 3 Pamekasan, SMAN 1 Batu, SMAN 1 Pakong Madura, SMAN 2 Jombang, SMAN 1 Boyolangu, dan MAN Mojokerto. Di babak final seleksi lebih ketat dari babak sebelumnya. Ada tiga babak di final, yaitu babak pengerjaan soal, simulasi dan eksperimen. “Semua soal dibuat oleh tim soal yang terdiri dari mahasiswa dan dosen,” paparnya.
Begitu pun dengan tim juri, panitia melibatkan dosen dari kampus sendiri. Selain trophy Mendiknas untuk juara umum, ada pula trophy gubernur, trophy fakultas, dan trophy rektor UM.

Soal tiket khusus masuk UM untuk juara Olimpiade, Athar ragu menuturkan. Sebab hingga acara digelar, belum ada kepastian soal itu. Namun biasanya, menurut dia, keikutseraan dalam olimpiade menjadi salah stau poin penilaian untuk masuk UM. (oci/udi) (Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s