Orangtua Tanyakan Kewajiban Berjilbab di UMM

Para orang tua mahasiswa baru UMM yang hadir dalam silaturrahmi bersama rektor Muhadjir Effendy

Para orang tua mahasiswa baru UMM yang hadir dalam silaturrahmi bersama rektor Muhadjir Effendy


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin, menggelar silaturahmi dengan orangtua calon mahasiswa baru. Ada banyak topik yang mencuat di ajang silaturahmi bersama jajaran pimpinan UMM itu, termasuk pertanyaan kritis apakah ada kewajiban berjilbab bagi mahasiswa UMM. “Apakah di UMM ini semua mahasiswa yang perempuan wajib berjilbab,” ungkap salah satu orangtua.

Pertanyaan itu ditanggapi langsung oleh rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy M.AP. Menurutnya tidak ada paksaan bagi mahasiswa memakai jilbab. Hanya saja, UMM mewajibkan seluruh dosen dan karyawan berjilbab. Sementara untuk mahasiswa hanya ada satu bulan khusus yang diwajibkan memakai jilbab, yaitu ketika bulan Ramadan.

“Kalau yang masuk ke UMM ini diwajibkan pakai jilbab, tentu tidak mungkin. Kami ingin sesuatu yang baik seperti menutup aurat ini menjadi sebuah proses. Dimana di semester 1 sampai 3 mahasiswa yang belum berjilbab mulai sadar di semester 4 atau lima. Dan saat lulus diharapkan sudah pakai jilbab. Itu yang kami harapkan,” ungkapnya.

Selain soal kedisiplinan, banyak pertanyaan terlontar terkait jaminan kualitas. Sebab tidak bisa dipungkiri perguruan tinggi negeri masih dipandang lebih baik daripada swasta. Pertanyaan tersebut terlontar dari salah satu orang tuasiswa yang mengaku dari Kalimantan. Menurutnya, apakah pilihan anaknya di Fakultas Kedokteran UMM tidak salah. “Saya pernah mendengar bahwa dokter yang alumni PTN lebih diakui daripada PTS. Apa benar seperti itu,” tanyanya.

Hal ini langsung dijawab tegas oleh Muhadjir. Menurutnya FK UMM bias diadu kualitasnya. Terbukti dari uji kompetensi profesi Dokter, semua alumni FK UMM dinyatakan lulus. Sementara ada alumni dari FK PTN malahan tidak lulus. Selain itu elebihannya jika di PTS, fasilitas yang ada bias dimanfaatkan maksimal oleh mahasiswa yang jumlahnya ideal. Tidak seperti PTN yang jumlah mahasiswanya over load sehingga berimbas pada kualitas.

Ajang silaturahmi yang diikuti 2400-an orangtua Maba UMM kemarin, berlangsung gayeng. Di awal acara, UMM memberikan beasiswa alumni kepada 11 mahasiswa yang memperoleh nilai tertinggi saat seleksi masuk. Besarnya beasiswa senilai Rp 250 ribu yang akan diberikan hingga tiga bulan. (oci/udi)

(Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s