Ratusan Gakin Wiyurejo Dipungli

Untuk kesekian kalinya, ratusan warga miskin (gakin) Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon menjadi sasaran pungli (pungutan liar) aparatur desa setempat. Dua bulan berturut-turut, warga miskin Wiyurejo ditarik pungutan tak resmi dari aparat desa. Bulan Juni, Gakin dipungut biaya distribusi kompor program konversi, sedangkan bulan berikutnya mereka malah diminta membayar biaya Raskin (beras miskin) diluar batas harga yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di RT 15- 17 RW 6 Dusun Desa Wiyurejo, puluhan warga memprotes pungutan Raskin oleh Ketua RT setempat. Berdasarkan penelusuran Malang Post di lapangan, harga Raskin di beberapa RT itu berkisar antara Rp 2800 hingga Rp 2250 per kilogram. Padahal secara resmi, pemerintah mematok harga Rp 1600 per kilogram Raskin, dengan kuota 15 kg tiap Gakin.

“Jumat (25/7) lalu, saya membayar Rp 15 ribu untuk enam kg sembako (maksudnya Raskin), ngambilnya di rumah Pak Paidi, Ketua RT 17 RW 6,” ungkap Enik ditemui Malang Post di desanya, kemarin.

Yang lebih mengherankan, bulan lalu Enik mengaku terpaksa membayar Rp 14 Ribu untuk lima kg Raskin. Sementara Khoirun Nisa, warga RT 17 Rw 6, dia juga membayar Rp 15 Ribu untuk enam kg beras miskin. Menurut Nisa, sebagian uang dari pembayaran Raskin tersebut katanya bakal dipakai untuk selamatan desa.

“Saat itu Pak RT yang ngomong ke saya, tapi saya tidak tahu berapa rupiah yang diambil, wong harga Raskin per kg saya juga tidak tahu,” ungkapnya.

Berbeda dengan Enik dan Nisa, di RT 17, Ruwati warga RT 16 RW 6 mengambil satu glangsi Raskin (20 kg) dibagi tiga Gakin dengan harga Rp 40 Ribu. Sementara, Suwari, warga RT 15 membayar Rp 14 Ribu kepada ketua RT Diin untuk mengambil enam kg Raskin, Rp 2 Ribu untuk selamatan desa. Namun nahas bagi Suidah, karena uangnya kurang Rp 2 Ribu terpaksa dia tidak bisa menikmatis Raskin 6 kg hingga kemarin.

Disamping Raskin, warga ketiga RT tersebut juga dipungut biaya distribusi Rp 2 Ribu dan biaya fotokopi Rp 5 Ribu. Biaya itu harus mereka bayar untuk mendapat jatah kompr elpiji bulan Juni lalu, hal itu dikatakan Puril dan Khoirul warga RT 15. Sutanto warga RT 17 menuding hal itu dipromotori Kades Wiyurejo Saikhuddin.

Secara terpisah, Kades Wiyurejo Saikhuddin membantah keras tuduhan warganya itu. “Memang benar mas, dipungut Rp 2 Ribu untuk selamatan desa. Tapi tidak benar jika karena perintah saya, itu inisiatif Ketua RT,” bantah Saikhuddin kepada Malang Post.

Sementara Camat Pujon Lucky Djaja menyatakan, pungli program elpiji Juni lalu tidak ada kesalahan apapun. Sebab, Pertamina memang meminta warga mengupdate KK dan KTP. Sedangkan tarikan Rp 2 Ribu merupakan kesepakatan dalam rapat desa untuk ditribusi.

Soal pungli Raskin dia mengakui hal itu merupakan kesalahan, namun menurut dia dalam hal ini Ketua RT yang akan diberi peringatan. “Ketidakmengertian Ketua RT menimbulkan prasangka lain, sehingga mengira harga Raskin diatas Rp 1600. Kalau para Kades sudah kita sosialisasikan, bahwa Raskin tidak boleh dibarengi pungutan apapun,” papar Lucky.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s