Lagi-lagi Gakin Dipungli

Ratusan warga mendatangi Balai Desa Duwet Krajan, untuk memprotes pungli yang dilakukan Kasun Krajan, Sulton Abadi, saat pembagian konversi

Ratusan warga mendatangi Balai Desa Duwet Krajan, untuk memprotes pungli yang dilakukan Kasun Krajan, Sulton Abadi, saat pembagian konversi


Setelah ratusan warga miskin (gakin) Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon menjadi sasaran pungli (pungutan liar) Raskin oleh aparatur desa setempat kemarin giliran ratusan warga Dusun Krajan, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Bahkan kemarin siang mereka melurug Balai Desa Duwet Krajan.
Mereka memprotes pungli sebesar Rp 5 Ribu yang dilakukan Kepala Dusun (Kasun) Krajan, Sulton Abadi, saat pembagian konversi elpiji. Padahal program pemerintah itu seharusnya gratis.

Dalam aksi protes itu, warga ditemui Kepala Desa (Kades) Suyoto dan Sekretaris Desa Sukiono, serta Kasun Krajan Sulton Abagi. Selain meminta kejelasan tentang pungutan liar itu, warga juga meminta Sulton Abadi, mengundurkan diri sebagai kamituwo Dusun Krajan.

“Kami meminta pak Sulton pengundurkan diri dari jabatannya saat ini juga (kemarin). Sebab, kesalahan yang dilakukannya itu sudah sangat mutlak,” teriak salah satu warga yang langsung disambut aplaus warga lainnya.

Sementara itu, menurut Sukamto dan Eni Anifah, warga Dusun Krajan, menyatakan kalau pungli sebesar Rp 5 Ribu itu dilakukan sehari sebelum pembagian konversi, yakni Jumat (25/7) lalu. Saat itu warga yang terdaftar sebagai penerima konversi ‘diancam’ jika tidak membayar, maka tidak diboleh mengambil kompor dan tabung elpiji.

“Yang menarik pungli itu memang tidak dilakukan Kasun secara langsung. Tetapi oleh Pak RT atas perintah Kasun. Dan uang Rp 5 Ribu itu, katanya untuk biaya administrasi pengambilan elpiji dan kompor gas,” terangnya.

Ironisnya lagi, pungli terhadap sekitar 770 warga Dusun Krajan tersebut, diakui warga tanpa sepengetahuan Kades. Dan dari total 770 warga yang membayar tersebut, terkumpul uang Rp 3.118.000.

Sementara itu, Kasun Sulton Abadi, saat dikonfirmasi memang mengakui telah melakukan penarikan uang Rp 5 Ribu kepada warganya. Namun ia mengelak tuduhan warga bahwa dirinya telah melakukan pungutan liar untuk administrasi pembagian konversi.

“Terus terang saya sama sekali tidak melakukan pungli untuk pembagian konversi itu. Tetapi penarikan uang Rp 5 Ribu itu adalah untuk biaya kegiatan desa dalam Agustusan nanti. Hanya saja saya memang salah tidak menjelaskan terlebih dahulu pada warga,” tutur Sulton Abadi, yang mengaku siap mundur jika memang diminta warga mundur dari jabatannya sebagai Kasun Krajan.(agp/eno)
(agung priyo/malangpost)

1 Komentar

Filed under Berita, Indonesia, Kabupaten Malang, Malang Raya

One response to “Lagi-lagi Gakin Dipungli

  1. sufimuda

    Bagi orang kaya uang 5ribu apalah artinya, tapi bagi rakyat jelata itu nilai yang lumayan….
    Harus di ingat bahwa do’a orang yang teraniaya itu sangat makbul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s