Setelah Kembalikan Pungutan, Sekolah Tagih Janji Bantuan Wali Kota

 Pengembalian pungutan insidental (nama lain dari PMP) oleh SMK Negri 1 Batu kepada wali siswa kemarin

Pengembalian pungutan insidental (nama lain dari PMP) oleh SMK Negri 1 Batu kepada wali siswa kemarin


SMKN 1 Batu kemarin akhirnya mengembalikan uang pungutan insidental (istilah lain PMP, peningkatan mutu pendidikan). Sebelumnya pengembalian serupa dilakukan SMA Negri 1 Batu. Pengembalian itu dibagi menjadi 5 tahap secara bergilir, mulai dari jurusan restoran, tata busana, tata kecantikan kulit, tata kecantikan rambut, dan pengembalian tahap terakhir jurusan akomodasi perhotelan. Uang pengembalian itu bermacam-macam, mulai dari Rp 200 – Rp 1.5 juta, disesuaikan uang insidental yang dibayarkan.

Menurut Waka SMK Negri 1 Batu, Risti, dalam peningkatan mutu pendidikan siswa, pihaknya menggunakan uang sekolah. ”Walaupun uang itu dikembalikan, tetapi proses belajar mengajar tidak vakum, dan kami menggunakan uang sisa yang ada di sekolah kalau itu diperlukan” tuturnya.

Saat ini, selain berharap bantuan yang pernah diterima sekolah, pihaknya juga menunggu janji Pemkot Batu. ”Bapak Wali Kota berjanji, setelah Oktober uang itu akan diganti, kami berharap semoga menjadi kenyataan” ungkapnya dalam dialog dengan wali murid jurusan tata busana.

Dalam dialog itu disebutkan, SMK tidak sama dengan SMA. Kalau SMK lebih banyak membutuhkan dana untuk kegiatan belajar-mengajar yang menunjang keterampilan siswa. ”Uji kompetensi misalnya dan sertifikat-sertifikat yang dibutuhkan, ini membutuhkan uang yang sedikit,” terangnya.

Bantuan yang pernah diterima sekolah pada tahun ajaran sebelumnya adalah Bantuan Keluarga Siswa Miskin (BKSM) dan Wajar (Wajib belajar). Untuk BKSM dana yang diberikan sebesar Rp 65 ribu untuk setiap anak dari 135 siswa penerima dan dari Wajar sebesar Rp 60 ribu untuk setiap siswa dari 215 Penerima. ”Bantuan itu kami terima hanya satu kali, BKSM enam bulan yang lalu dan Wajar empat bulan lalu. Semoga tahun ajaran ini bantuan itu masih berlangsung” tuturnya.

Pengembalian dana insidental itu ditanggapi kurang begitu apresiatif oleh wali murid. Nursalim (40), orang tua Lailatul Istikomah, yang menerima pengembalian sebesar Rp 750 ribu mengatakan, jika uang tersebut dikembalikan dikhawatirkan hubungan antara siswa dan guru kurang harmonis. ”Saya khawatir hubungan antara guru dan siswanya kurang bagus. Walaupun uang itu dikembalikan, saya tetap menyimpannya di sekolah agar kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, anak saya bisa langsung mengambil,” tuturnya. (mg) (Zarmuji/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s