SPBU Sawojajar Segera Dibahas Dewan


Sikap warga Perumahan Dirgantara Permai yang menolak pembangunan SPBU Jalan Danau Toba akhirnya masuk agenda dewan. Komisi C memastikan segara membahas keluhan masyarakat yang sudah berlangsung empat bulan tersebut.

Sekretaris Komisi C, H Pujianto menjelaskan, pihaknya sudah menerima surat pengaduan masyarakat. “Warga yang keberatan terhadap pembangunan SPBU itu sudah mengajukan pengaduan secara tertulis. Kami menindaklanjuti keluhan warga,” jelasnya kepada Malang Post.

Bentuk konkret menindaklanjuti keluhan warga kata Pujianto, yakni mengkaji persoalan yang diungkapkan warga. Selain itu mendengar pendapat masyarakat yang keberatan, Dinas Perizinan dan pemilik SPBU. “Untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat ini akan dilihat secara menyeluruh. Kami tidak ingin sepihak-sepihak saja,” tandasnya.

Untuk membahas pembangunan SPBU itu, lanjut politisi PAN ini, dewan akan melihat proses perizinannya. Peruntukan kawasan juga akan menjadi salah satu pembahasan komisi yang membidangi pembangunan ini. Agar persoalan tidak melebar dan segera diselesaikan, wakil rakyat dari dapil Lowokwaru ini menegaskan, keinginan masyarakat harus didengar. Sebab masyarakat, terutama warga sekitar yang akan paling merasakan dampak beroperasinya SPBU tersebut.

Sementara itu, secara terpisah, Kadis Perizinan Ir Hadi Lestariyono mengatakan, SPBU yang sedang dipersoalkan warga ini sudah memiliki IMB. “IMB sudah diberikan karena proses perizinan sudah sesuai prosedur,” jelasnya.

Untuk menerbitkan IMB, lanjut Hadi, harus ada surat tidak keberatan dari pemilik bangunan atau warga yang berhimpitan. Namun lanjut dia, untuk SPBU di Jalan Danau Toba itu, tidak ada pemilik bangunan atau warga yang berhimpitan. Lokasinya berbatasan dengan dua ruas jalan dan tanah kosong.

Sementara HO atau izin gangguan untuk izin operasional SPBU belum diterbitkan. Bila pemilik SPBU mengajukan HO, maka harus melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitarnya. “Prosedur HO tanpa ada tandatangan dari warga sekitarnya. Tapi pemilik bangunannya harus sosialisasi kepada warga sekitarnya. Saat sosialisasi itu, warga bisa mengajukan kekhawatiran dan persoalan untuk dibahas bersama,” jelasnya sembari mengatakan, HO harus ada amdal lalin.(van/lim)
(Vandri Van Battu/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s