Warga Sawojajar Siap Tempuh Jalur Hukum

SPBU di Jalan Danau Toba yang diprotes warga. Ini karena warga mengklaim tidak diajag musyawarah soal pembangunan SPBU ini

SPBU di Jalan Danau Toba yang diprotes warga. Ini karena warga mengklaim tidak diajag musyawarah soal pembangunan SPBU ini

Tensi penolakan warga Perum Dirgantara Permai terhadap pembangunan SPBU di Jalan Danau Toba semakin tinggi. Meski menegaskan tidak akan bertindak anarkis, namun mereka telah siap menempuh jalur hukum. Segala kebutuhan untuk proses itu pun mulai dipersiapkan secara matang.

Sutoyo, 53 tahun, Ketua RT 8 RW 10 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang menegaskan, warga RW 10 bukan warga yang mengandalkan otot. Namun warga akan menempuh cara yang sesuai prosedur hukum untuk menolak pembangunan SPBU tersebut.

“Di Perumahan Dirgantara Permai ini kan kebanyakan penghuninya purnawirawan semua. Bahkan ada beberapa warga yang berprofesi sebagai pengacara, juga menolak pembangunan SPBU tersebut,” ujar pria asal Bojonegoro tersebut kepada Malang Post.

Dikatakanya, sejauh ini warga hanya memasang spanduk yang isinya penolakan terhadap pembangunan SPBU tersebut. PIhaknya mengaku belum mengetahui secara pasti, tindakan apa selanjutnya yang akan dilakukan warga untuk tetap menolak pembangunan SPBU.

“Harusnya mereka kan izin kalau mau membangun SPBU dengan cara mengumpulkan warga dan rembug bersama. Tapi ini tanpa ada pemberitahuan apa-apa mereka sudah membangun. Ya akhirnya protes warga timbul,” tanadasnya.

Sutoyo menambahkan, apabila pembangunan SPBU tersebut sedikit lebih ke timur. Maka jalan raya dirgantara permai tidak akan terganggu, dan pasti tidak akan muncul protes warga. ‘’Setiap pagi di sini, polisi selalu mengatur kemacetan yang terdapat di ujung jalan perumahan. Nah ini katanya jalan keluar SPBU dijebol lewat jalan Perum Dirgantara Permai. Kan tambah macet,” lanjutnya.

Dijelaskan juga, warga juga menolak mentah-mentah tawaran dari pihak SPBU yang akan mempekerjakan warga Perum Dirgantara Permai. Sebab ini menurutnya akan memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap seluruh penghuni Dirgantara Permai.

“Seumpama mereka memberikan kompensasi ataupun tawaran pekerjaan terhadap warga, maka kita akan tetap menolak. Karena efeknya pada banyak orang yang dirugikan karena macet. Dan itu pasti berlangsung lama,” pungkasnya.(mp17/lim) (Mp17/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s