Kades Tawangargo Didemo Lagi

Aksi protes puluhan warga desa Tawangargo Kecamatan Karangploso menuntut Kades mundur  Pemkab, kemarin.

Aksi protes puluhan warga desa Tawangargo Kecamatan Karangploso menuntut Kades mundur Pemkab, kemarin.


Puluhan warga desa Tawangargo Kecamatan Karangploso yang tergabung dalam FMTB (Forum Masyarakat Tawangargo Bersatu) melurug kantor Pemkab Malang, kemarin. Mereka meminta Pemkab segera mencopot Kades Wahyudin dari jabatannya karena sempat melakukan pungli (pungutan liar) pengadaan KTP sebesar Rp 19 Ribu per orang. Padahal, sesuai kesepakatan demonstrasi terdahulu, Kades Wahyudin bersedia mengembalikan uang sebesar Rp 13 Ribu.

Demonstrasi itu sempat membuat kalang kabut Satpol PP dan Satuan Samapta Polres Malang yang berjaga di pendopo Kabupaten Malang. Pasalnya, dalam waktu bersamaan, Bupati Malang Sujud Pribadi sedang menerima delegasi obor Nusantara di pendopo. Aparat bertindak cepat, dengan mengarahkan massa pendemo ke sisi barat Kantor Pemkab Malang.

“Kades, turun, Kades, turun, Kades turun,” teriak massa sambil berarak menuju lokasi steril.
Syaiful Arif, koordinator aksi mengatakan FMKB menuntut reformasi Pemerintahan Desa Tawangargo. Arif mengaku, usai kesepakatan di Kantor Desa beberapa waktu lalu, Kades telah mengembalikan uang milik warga yang kena pungli KTP. Hanya saja, uang itu baru dikembalikan ke warga dua dusun dari enam dusun di desa itu, yakni Lepan, Lasah, Ngudi, Kali Malang, Boro dan Swaluan.

“Uang belum dikembalikan semua, masih kurang empat dusun. Di sisi lain kami menuntut Kades mundur karena melakukan praktek KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme),” tegas Arif.

Berdasarkan catatan yang ia berikan pada Malang Post, muncul sejumlah nama perangkat desa yang diklaim sebagai kerabat dan rekan Kades Wahyudin. Diantaranya, Yasin keponakan Kades selaku Kaur Pemerintahan, Siarto Kaur pembangunan disebut sebagai tim sukses Kades, Aminullah modin kematian dikatakan sebagai adik kandung Kades Wahyudin.

“Kami meminta Kades mundur, sedangkan Pemkab membentuk tim investigasi,” pungkasnya.
Sekitar delapan anggota FMKB lantas ditemui Assisten I Zen Achmad yang berjanji bakal menerjunkan Inspektorat sebagai tindak lanjut. Sementara Bupati Malang Sujud Pribadi menilai demonstrasi tersebut sebagai bagian yang sah dalam menyalurkan aspirasi. Hanya saja, Sujud menegaskan bahwa Pemkab bakal memeriksa persoalan tersebut sebenar-benarnya.

“Sah-sah saja beraspirasi, tapi tidak bisa langsung diputuskan Kades mundur, pemkab akan memeriksa sebenar-benarnya terlebih dulu,” ungkapnya ditemui Malang Post.

Diberitakan Malang Post Selasa (15/7) lalu, puluhan warga tergabung di Forum Masyarakat Tawangargo Bersatu (FMTB) meluruk balai desa setempat. Mereka menuntut Kepala Desa Tawangargo Wahyudin mengembalikan kelebihan biaya KTP sebesar Rp 13 Ribu kepada 3900 warga atau senilai Rp 50.700.000. Pada bulan April hingga Mei lalu, warga dibebani biaya KTP Rp 19 Ribu per orang, padahal sesuai SK Bupati sebesar Rp 6000 saja.(ary/eno)
(bagus ary/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s