PSK Diajari Bertani


Badan Keluarga Berencana dan Kesejaheraan Sosial (KB Kesos) Kota Batu memberi perhatian kepada pekerja seks komersial (PSK) Pasar Batu. Sejak kemarin, 25 PSK mendapatkan pelatihan keterampilan pertanian di Bima Sakti Batu.

Selama 10 hari, para PSK yang mayoritas sudah paro baya itu diberi pelatihan dan keterampilan pertanian tanaman jagung dan tanaman hias.

Usai pelatihan, mereka juga mendapat biaya sewa lahan yang dapat langsung ditanami jagung dan tanaman hias sebagai sumber kehidupan mereka untuk membuka kehidupan yang lebih baik.
“Mereka sudah sadar akan meninggalkan lembah hitam yang sudah lama mereka geluti. Usia mereka paling muda 30 tahun dan yang paling tua 60 tahunan. Pelatihan ini dapat dijadikan sandaran ekonomi mereka untuk tidak lagi sebagai PSK,” kata Kabid Bantuan dan Perlindungan Sosial Badan KB Kesos Kota Batu, Ismail Afgani kepada Malang Post, disela-sela pelatihan kemarin.

Dijelaskan, keinginan mereka untuk keluar dari lembah hitam sangat kuat. Buktinya, awalnya hanya ada 20 PSK yang diundang dalam pelatihan itu, tapi yang datang 25 orang. Hal itu tidak menjadi kendala bagi Badan KB Kesos dalam penyediaan sarana dan prasarananya.

Melalui kegiatan itu, Ismail berharap mereka tidak kembali menjalani menjadi penyandang penyakit sosial. Kehidupan mereka berubah dan mengisi sisa hidupnya dengan perbuatan yang baik melalui bertani.

“Pendekatan yang kami lakukan akhlakul karimah. Mereka kami bekali dengan pengetahuan agama untuk menjadi landasan mereka,” ungkapnya.

Saat istirahat siang, mereka diajak salat berjamaah di masjid yang ada di lingkungan Bima Sakti. Meski tidak semua mengikutinya, beberapa PSK ikut bersama melaksanakan salat berjamaah.

Ditambahkan, usai mengikuti pelatihan, mereka akan diberikan sewa lahan untuk menerapkan ilmu yang didapatkannya dari hasil pelatihan keterampilan. Badan KB Kesos menyediakan dana sebesar Rp 12 juta untuk menyewa lahan bagi 20 orang. Masing-masing mendapatkan lahan sebesar Rp 600 ribu.
“Ini masih program awal. Ke depan akan tetap kami upayakan melakukan pendampingan terhadap mereka. Agar mereka tidak kembali lagi ke jalan sesat,” ujarnya.

Srigati, salah satu PSK yang mengikuti pelatihan siap merubah kehidupanya. Baginya, bertani bukan hal yang baru. Di daerah asalnya Desa Sumberejo Batu, dia pernah bertani. Dengan mendapatkan fasilitas dari Badan KB Kesos, ibu paro baya itu siap bercocok tanam jagung dan meninggalkan pekerjaan lamanya. “Kalau bertani kami sudah siap, dulunya kami juga bertani,” tandasnya malu-malu. (aim) (Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s