Kebutuhan SDM Pertanian Masih Tinggi

Kebutuhan tenaga Petani Intelektual saat ini sangat diharapkan, terutama yang mampu memadukan teknologi.

Kebutuhan tenaga Petani Intelektual saat ini sangat diharapkan, terutama yang mampu memadukan teknologi.


Menurunnya minat mahasiswa untuk memilih pendidikan pertanian, sebenarnya bertolak belakang dengan fakta kebutuhan yang ada. Sebab kebutuhan terhadap SDM pertanian dan peternakan masih sangat tinggi.

Menurut Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Dr Ir Harniati M.Sc, perguruan tinggi harus bisa melakukan evaluasi diri menghadapi tantangan ini. “Perguruan tinggi harus mampu menjawab relevansi kompetensi yang dibangun dan kualifikasi tenaga yang dibutuhkan oleh stake holder,” ungkapnya.

Wanita yang menyelesaikan S2 di Rural Sociology, The Ohio State University Columbus USA ini menegaskan, penurunan minat mahasiswa untuk menempuh studi di bidang pertanian disebabkan karena pencitraan sektor pertanian dan market driven yang kurang bagus. Selain itu, terjadi mismacth antara output pendidikan dan dunia kerja.

Alumnus S3 Ekonomi Pertanian IPB ini menguraikan dari sisi pendidikan, utamanya pendidikan tinggi berbasis pertanian lebih berorientasi pada pengembangan keilmuan. Kurikulum yang dikembangkan mengantarkan alumni menjadi specialis pada disiplin ilmu tertentu. Selain itu, fakultas-fakultas pertanian sudah sangat banyak. Sehingga mencapai titik jenuhnya. Banyaknya lulusan tidak sebanding dengan daya serap di dunia kerja. Sementara dari sisi dunia usaha dan dunia kerja lebih banyak membutuhkan tenaga kerja yang trampil yang berjiwa wirausaha atau punya entrepreneurship.

Kedepan, lanjutnya, tantangan dibidang pertanian memerlukan orang-orang yang tangguh, yang jeli menangkap peluang-peluang. Krisis pangan global dan krisis energy saat ini harusnya dipandang sebagai tantangan dan peluang untuk mendorong berkembangnya usaha berbasis pertanian yang sangat luas cakupannya.

Apalagi, kebutuhan terhadap SDM pertanian atau peternakan dilapangan jelas masih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari angka pertumbuhan pada sektor pertanian dan peternakan. Sektor perkebunan membuka lapangan pekerjaan, khususnya dalam pengembangan tanaman sawit, jadi akan lebih tepat jika pendidikan menyiapkan tenaga yang menunjang sektor kelapa sawit. Karantina pertanian sibuk membutuhkan karantinawan, tapi juga belum ada perguruan tinggi yang menjawab permasalahan tersebut.

“Itulah sebabnya misi STPP Malang dalam membangun SDM mahasiswa dan civitas akademinya agar ikhlas menghadapi tambahan beban kerja, cerdas dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan di masa lalu, memproaktifkan diri dalam menghadapi tantangan profesi kini dan antisipatif terhadap perubahan kedepan, bekerja keras untuk bersaing. Semua pekerjaan butuh cepat dan sempurna, tuntas dalam mengembangkan visi-misi dan welas agar mendapat ridho-Nya,” paparnya. (oci/sir) (Lailatul Rosida/malangpost)

3 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

3 responses to “Kebutuhan SDM Pertanian Masih Tinggi

  1. mas…. ijin dulu yang ngambil gambar kalo mau pakai gambarnya. kalo ga salah tu gambar sy yg ambil he…he…
    kode etik jurnalis donk

  2. wah, itu gambar dari Malangpost, dan saya tidak melanggar kode etik manapun :)

  3. hahahahahahaha
    nnti gnti ja pke gmbr sya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s