Kenaikan BI rate Diperkirakan Akan Pukul Properti

Kebijakan Bank Indonesia menaikkan BI rate menjadi 9 persen diprediksi akan memberikan dampak cukup hebat bagi sektor properti di Malang. Dengan BI rate 9 persen, bunga KPR dari perbankan khususnya untuk perumahan komersial atau non subsidi akan jatuh pada kisaran angka di atas 11 persen. Hal ini otomatis akan memberatkan khususnya bagi pembeli baru, dan bahkan mengurangi daya beli dan minat masyarakat untuk segera memiliki rumah baru.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang RSH DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim, Tri Wediyanto kepada Malang Post kemarin. Menurutnya, dampak kenaikan BI Rate bulan lalu yang juga berimbas pada kenaikan suku bunga KPR, masih belum tuntas. “Sekarang dengan BI Rate yang menembus angka 9, dipastikan tidak ada lagi KPR yang berada di bawah angka 10 persen, dan untuk perbankan tentunya juga meningkat hingga diatas 11 persen,” terang dia.

Pihak yang paling terkena dampak dari perubahan suku bunga ini, ujarnya, yang pertama ialah user yang sudah terlanjur membeli rumah dan memasuki tahun angsuran di atas tahun ke tiga. Pasalnya, sebagian besar developer di Malang menggunakan fix rate hanya untuk satu atau dua tahun pertama masa angsuran saja. “Tentunya, pengeluaran mereka untuk kebutuhan angsuran rumah juga semakin tinggi sementara daya beli belum juga membaik sejak kenaikan BBM lalu,” beber Tri.

Kenaikan bunga KPR, lanjutnya, akan menyebabkan warga menghitung-hitung lagi pengeluaran bulanannya. Tri memperkirakan, akan ada penurunan tren pasar properti, khususnya untuk unit rumah baru sekitar 5 hingga 10 persen. Meski terlihat kecil, angka ini sebenarnya jauh lebih tinggi karena developer sendiri sebelumnya sudah terpukul dengan kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Dengan harga jual yang semakin tinggi, masyarakat memilih menunda keinginan untuk memiliki rumah baru, yang mengakibatkan penurunan omzet developer di Malang rata-rata 20 persen. Tidak hanya perumahan kecil dan menengah, perumahan kelas atas juga akan merasakan imbas penurunan penjualan. “Padahal, kalangan developer baru saja akan pulih sejak berbagai kendala, mulai kenaikan harga bahan material, bahan bakar, dan kenaikan suku bunga menjadi 8,75 bulan lalu,” kata dia.

Diharapkan, masa adaptasi masyarakat kali ini akan berlangsung sekitar tiga bulan saja. Setelah itu, daya beli masyarakat diprediksi sudah semakin stabil dan sektor properti non subsidi akan kembali bergairah. (fio/mar) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s