Kekerasan Pelajar Cewek ala Geng Nero Masuk ke Malang


Aksi kekerasan geng pelajar putri, ternyata tidak hanya terjadi di Pati, Jawa Tengah. Tindak kekerasan yang dilakukan pelajar putri ini juga terjadi di wilayah Kota Malang.

Sama halnya dengan Geng Nero, geng pelajar putri di Pati, kekerasan di Malang, juga direkam dalam video. Saat ini, video berdurasi 1 menit 40 detik itu, sudah menyebar luas.

Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa pelajar yang masih menggunakan seragam, dengan identitas asal sekolah yang diduga dari SMA Salahudin. Mereka penyerangan pelajar putri SMAN 10 Malang.
Namun tidak jelas, siapa pertama kali yang merekam adegan kekerasan yang sangat tidak layak tersebut. Namun menurut sumber Malang Post, gambar itu diambil menjelang kenaikan kelas.

‘’Yang menyerang itu sekarang kelas 12 dan gambar itu diambil saat menjelang kenaikan kelas beberapa bulan lalu,’’ kata salah satu siswi SMA Salahudin yang tidak ingin namanya di korankan.

Jika melihat rekaman video itu, perkelahian antar pelajar putri tersebut bermula dari pemukulan helm, salah satu pelajar yang menggunakan seragam dengan rok panjang, yang diduga berasal dari SMA Salahudin, menyerang pelajar yang menggunakan seragam dengan rok pendek.

Selanjutnya seperti perkelahian-perkelahian lain, juga terjadi saling tendang dan saling pukul. Bahkan, beberapa diantarannya, juga menarik rambut masing-masing lawan.

Perkelahian tersebut juga disaksikan banyak siswa, yang diduga terjadi di sekitar Sawojajar, atau berdekatan dengan lokasi SMA Negeri 10.

Beruntung, aksi perkelahian tersebut langsung dilerai, oleh pria berpakaian safari dan beberapa siswa pria. Para penyerang itu, kemudian pergi menggunakan tiga sepeda motor, dua sepeda motor memuat dua orang dan satu sepeda motor satu orang.

“Saya tidak tahu apa permasalahannya, tapi yang saya dengar dari teman-teman perkelahian tersebut karena rebutan pacar,’’ kata sumber tersebut.

Terbongkarnya kasus itu sendiri, bermula dari laporan Arily Safitri, 17, siswa kelas 12 IPS 4, SMA Salahudin kepada polisi. Arily, mengaku dianiaya oleh Widya cs, ‘geng’ SMA Salahudin. Penganiayaan itu terjadi dua kali. Yakni Jumat (8/8) sekitar jam 09.30 di kelas sewaktu istirahat dan jam 18.15 di depan masjid Salahudin. Arily sendiri melaporkan kasus itu ke polresta Jumat malam kemarin.

‘’Kalau kasus saya, sudah dilaporkan ke Polresta Malang, dan sekarang dalam tahap penyidikan. Yang jelas saya tidak terima diperlakukan seperti itu, begitu juga dengan keluarga saya,’’ kata Arily.

Arily yang kemarin ditemani Ripno Waluyo mengaku siap menghadapi apapun, berikut ancaman para pelaku. ‘’Siapa yang terima menjadi korban penganiayaan. Semua orang tua juga akan melakukan hal yang sama dan melaporkan kasus ini ke polisi,’’ ungkap Arily.

Nah, dalam pemeriksaan polisi itulah, Arily membeberkan adanya rekaman perkelahian tersebut. Termasuk bukti-bukti berupa rekaman video yang diambil menggunakan ponsel.

Sayangnya, ketika Malang Post mengkonfirmasikan hal ini kepada pihak SMA Salahudin, belum ada jawaban. Ponsel Wakil Kepala Sekolah SMA Salahudin, Drs Safilin, ada nada sambung, namun tidak diangkat.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Mikhael P Sitanggang, mengaku belum melihat rekaman video anarkis pelajar putri tersebut.

Namun begitu, bukan berarti pihaknya tidak bertindak. Saat ini petugas penyidik, terus melakukan penyelidikan. Termasuk terhadap kasus yang dilaporkan Arily.

“Kalau yang masalah video, terus terang kami belum berbuat apa-apa. Tapi untuk kasus penganiayaan yang sudah dilaporkan Jumat lalu, kami akan memanggil saksi, termasuk mengkonfirmasi kepada pihak sekolah,’’ kata Sitanggang. (ira/avi)
(ira ravika/malangpost)

11 Komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

11 responses to “Kekerasan Pelajar Cewek ala Geng Nero Masuk ke Malang

  1. waahh sudah sampe segitunya perilaku remaja putri kita.. aduuhh mau kemana bangsa ini? :) :)

  2. iCaL amPuH

    pendidikan d indonesia makin hari kuq makin buruk y,,, g pendidikan nya lah,, politik nya juga,, APA KATA DUNIA !!!!

  3. Hopeless… :-?
    Jelang 17an, malah gini. Mudanya gini, gimana ntar klo udah berkarir? Jangan-jangan, Dewan ntar diisi orang macem gini :shock:
    Pantes aja, bangsa ini banyak gak beresnya daripada beresnya…

  4. iku ngono cocoke dilebokno sasana tinju nduk ngalam kono …. gak isin tah barek bung Karno nduk Blitar ….

  5. inikah generasi muda indonesia yang akan menjadi ikon Negara?
    apa yang akan di lakukan pemerintah? kenapa diem saja…

  6. gimana sich zaman sekarang pelajar malah ambruk,makanya sekolah dong ala robert kyosaki!,jangan sekolah seperti sekarang ini cuma sekolah pabrikan.yang bakalan bikin pusing dimasa depan..ya tooo…….??

  7. oki rahadianto

    suatu bukti bahwa di era sekarang ini remaja semakin terasing dan kebingungan akan identitas mereka, karena itu mereka melakukan kekerasan untuk menunjukkan eksistensinya!!!

    ini adalah suatu paradox dari modernitas dan juga refleksi dari arah pembangunan negara ini ang gak jelas juntrungannya…

    oki

  8. Arsen

    Yang paling menyedihkan menurut saya justru adalah siswa yang mengambil video ini. Bukannya membantu melerai, malah tertawa-tawa dan memprovokasi rekan siswinya.

    Sudah sebegitu bobroknyakah moral kita?

  9. Mana geng ceweknya ? Sini biar gw aja yg lawan .
    4in1 juga boleh….

  10. cutte dunguu

    mhu ikud”an geng nero iank norag nthu uga ia..
    kciannd bangedd iah. pgenn nyarii sensasii mlah ketangkap.
    kciandd dhe lu..
    klu brani m gguw sinii loe.
    gguw gibang loe satu-satu..

  11. d0nt

    aduh kasian remaja2 skr,dia pikir udah hebat klo kya gt,padahal pekerjaan seperti itu adalah hal yg bodoh, gmana mw cerah masa depan klo kerjaan itu aja, pcya dah, geng lo g bakal nolong masa depan lo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s