Perluas SBI dengan Pihak Ketiga, USI diterapkan di SMAN 10 Sawojajar

Kesempatan siswa di Kota Malang untuk mengenyam pendidikan berstandar internasional makin diperluas. Salah satunya melalui United School International (USI) yang juga menggunakan kurikulum standar Cambridge (sebuah universitas di Inggris). Untuk langkah awal, USI diterapkan di SMAN 10 Sawojajar tahun ajaran 2008/2009.

Penerapan kurikulum berstandar internasional di SMAN 10 berbeda dengan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di SMAN 3, SMAN 5, SMKN 3, maupun di SMKN 5. Kalau di empat sekolah itu hanya siswa tertentu saja yang bisa mengikuti proses belajar mengajar internasional, di SMAN 10 semua siswa kelas X diikutkan.

Dari sisi pembiayaan, untuk RSBI ada campur tangan pemerintah dan orang tua siswa. Sedang di USI lebih banyak ditanggung oleh pihak ketiga yakni Sampoerna Foundation. “Di sekolah kami ada 307 siswa baru kelas 10. Mereka kami masukkan semua dalam program USI ini,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 10 Niken Asih Santjojo, kemarin.

Untuk memudahkan proses pengajaran, para siswa itu tetap menjalani tes penempatan kelas. Tes itu hanya sebagai pemetaan kemampuan siswa yang menentukan cara-cara pengajaran dan waktu belajar.

Kurikulum internasional itu terfokus pada enam mata pelajaran. Yakni Matematika, Fisika, Kimia, Bilogi, Bahasa Inggris, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Semua siswa kelas 10 mendapatkan materi enam mapel tersebut sesuai dengan standar Cambridge.

Layaknya sekolah berkurikulum internasional, bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar enam mapel itu adalah Bahasa Inggris penuh. Para siswa diajar oleh enam orang guru yang telah dilatih mengajarkan mapel sesuai kurikulum Cambrigde. Dua konsultan dari Singapura juga didatangkan untuk menyukseskan program USI tersebut. “Kemampuan anak didik berbeda-beda. Namun kami upayakan agar pengajaran standar internasional ini sukses,” katanya.

Untuk siswa yang terkendala dalam bahasa pengatar, ada pendampingan dari guru setempat. Pendampingan bisa dilakukan karena materi yang diberikan berdasarkan kurikulum Cambridge relatif sama dengan kurikulum KTSP.

Evaluasi terhadap penerapan USI tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu setahun. Akan ada ujian khusus untuk pembelajaran internasional tersebut. Bagi yang lulus ujian, akan mendapatkan sertifikat International General Certificate Secondary Education (IGCSE) dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Bagi yang tidak lulus, akan belajar kembali ke kelas reguler menggumnakan kurikulum KTSP.

(yos/war/jpnn)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s