Perkelahian itu Dipicu Perebutan Pacar

Terjawab sudah, penyebab perkelahian yang terekam dalam video berdurasi 1 menit 40 detik tersebut. Kasus yang mirip Geng Nero di Pati Jawa Tengah itu, diduga karena rebutan pacar. Dua sekolah yang siswinya terlibat, adalah SMA Salahudin dan SMAN 10 Malang. Sementara dari SMA Salahudin, lima siswinya yang ikut berkelahi adalah Ika Wahyuni, Anis Rahmania, Ika Widya Safitri, Ria Silvia dan Lia. Sedang dari SMAN 10, belum diketahui secara pasti. Namun siswi itu hanya diketahui sebagai pacar Vian, siswa SMAN 10 Malang.

Pengakuan itu disampaikan Ika Widya. Dia juga membenarkan berada dalam rekaman itu bersama empat temannya yang lain. Ika Widya juga mengaku kalau mereka sengaja datang ke SMAN 10 di kawasan Sawojajar. Tapi dia mengelak kalau kedatangan mereka untuk berkelahi.

‘’Yang punya masalah adalah Ria, bukan saya. Saya hanya mengantarkan saja,’’ kata Ika Widya yang ditemui Malang Post di ruang TU SMA Salahudin kemarin. Justru Ika Widya mengaku tidak ikut berkelahi. Justru dia sempat mendapat pukulan dari siswi SMAN 10.

Ria sendiri mengakui kalau dia ada masalah dengan siswa SMAN 10. Dia bersama teman-temannya, sengaja ke SMAN 10 untuk bertemu Vian, salah satu siswa SMAN 10. Hanya saja, Ria tidak mau terbuka seputar permasalahan yang dia hadapi dengan Vian. Ria hanya mengaku akan mengambil barang yang dibawa Vian.

Namun sebelum dia bertemu Vian, Ria cs terlebih dahulu dihadang lima siswi SMAN 10, yang mengaku sebagai teman Vian. Bahkan siswi SMAN 10 itu mengolok-olok Ria cs dengan kata-kata tidak senonoh, termasuk dituding sebagai perebut kekasih orang. Puncaknya, ketika siswi SMAN 10 itu menyerang ‘geng’ SMA Salahudin.

‘’Itu yang terlihat membawa helm di rekaman video, yang memukul Anis teman kami duluan. Tentu saja kami tidak terima, Anis dipukul. Kamipun membalas,’’ kata Ria, yang dibenarkan empat rekan lainnya.
Hanya saja, soal mereka berlima yang membentuk geng, mereka menolak. Kalaupun mereka berteman akrab, karena mereka mengaku memiliki kecocokan.

‘’Kami datang baik-baik mencari Vian. Tapi tanggapannya malah begitu. Sekarang siapa yang tidak emosi. Semua orang juga akan melakukan hal yang sama,’’ kata Widya.

Sedangkan penyebab pemukulan terhadap Arily Safitri, Ika Widya mengaku karena jengkel. Dia menuding Arily sudah menyebarkan nomor ponselnya ke banyak orang. Termasuk ke salah satu teman laki-laki yang dibenci Ika Widya.

‘’Saya sengaja berganti nomor ponsel, karena sudah tidak tahan terus diteror melalui SMS ataupun telepon. Sebelumnya saya berpesan kepada teman-teman, untuk tidak menyebarkan nomor HP saya kepada siapapun. Tapi faktanya, teman laki-laki yang saya benci itu malah mengetahuinya dari Arily,’’ kata Widya kemarin.

Karena emosi itulah, saat istirahat, Ika Widya langsung memukul Arily. ‘’Saya pukul sekali saja,’’ katanya. Meski begitu, emosi Widya belum juga reda. Itu sebabnya, saat istighosah malam harinya, Widya kembali mendatangi Arily yang berada di depan masjid. Untuk kedua kalinya, Ika Widya memukul pipi kiri dan menjambak rambut Arily. ‘’Saya sangat emosi. Apalagi dia menunjuk-nunjuk saya saat itu,’’ kata Widya.

Namun Arily mengelak tuduhan Widya. Bahkan Arily mengaku tidak memiliki nomor HP Widya yang baru. ‘’Saya ini tidak punya nomor HP Widya. Bagaimana saya menyebarkan nomor barunya, sedangkan saya sendiri tidak tahu nomornya dia,’’ kata Arily.

Padahal, antara Arily dan Widya cs sebelumnya berteman akrab. Mereka adalah enam sekawan yang kerap bersama-sama di SMA Salahudin. Keakraban itu terjalin sejak kelas X lalu, karena mereka duduk dalam satu kelas. Bukti kearaban ke enam siswi ini adalah adanya foto satu frame foto dengan sembilan kali pengambilan.

Sementara itu, berkaitan dengan rekaman video yang diduga melihatkan anggota geng dari dua sekolah berbeda, Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Mikhael Sitanggang, mengaku masih menyelidiki. Namun dari rekaman gambar, terlihat bukan perkelahian antar geng, melainkan sekelompok siswi.

‘’Jelas beda jika dikaitkan dengan Geng Nero di Pati, Jawa Tengah. Geng Nero sangat jelas. Korban di jemput di rumahnya oleh dua sampai tiga pelaku, selanjutnya dibawa ke tempat sepi, dan dipukuli. Lha yang terlihat di rekaman itu, tidak. Kedua kubu saling memukul,’’ kata Kasat lagi. (ira/avi)
(Ira Ravika/malangpost)

6 Komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

6 responses to “Perkelahian itu Dipicu Perebutan Pacar

  1. ILYAS ASIA

    dunia, dunia, dunia

    dunia seperti ini membuat orang baik terpaksa menjadi jahat

    terus, kira-kira mereka meniru siapa Ya?

  2. aji

    buat liat video nya pakai key word apa ??

  3. dee

    Dek.. dek.. mau beken itu pake prestasi belajar, jangan pake kekerasan, apalagi pemicunya adalah cowok… haduh pendek banget sih pemikiran kalian. Malu-maluin malang tau!! pake acara diekspose di TV segala. Udah mencoreng nama baik Malang.
    Coba tengok Andreas pemenang medali Perak di Olimpiade Fisika, itu Arema, dan yang seperti itu yang patut diacungi jempol dan patut diputar di televisi. Bukan yang seperti ini, memalukan!!! Emang kalian cita-citanya jadi Preman Pasar atau Preman Terminal ya?

  4. jancok kabeh….

    ngisin-ngisini SMA 10 ae…

    tapi gpp wes

    sekali-sekali

    coz SMA 10 egonya tinggi

    gak mikirin siswa

    cuma mikirin nama baik sekolah n jabatan guru

    hahahahaha…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s