Kasus perkelahian itu sebenarnya sudah lama

PIHAK SMA Negeri 10 nampaknya sangat gusar dengan munculnya nama sekolah di daerah Sawojajar tersebut terkait dengan video kekerasan yang sudah tersebar ini. Kepala SMAN 10 Malang, Dra Niken Santjojo yang ditemui Malang Post kemarin menyatakan kasus perkelahian atau kekerasan yang berada di samping sekolah ini sebenarnya sudah lama. Dia yang kemarin ditemani Humas SMA Negeri 10 Malang, Tri Widodo M.Hum mengaku sangat keberatan bila kasus yang terjadi sudah lama ini akan diungkap kembali.

“Andaikata memang ini benar, kan kasihan para siswa. Mereka yang sudah tenang dan baik-baik, justru akan terluka dan bisa stres,” kata Niken.

Menurut dia, andaikata kasus ini terbongkar sejak lama, pihaknya pasti akan segera melakukan pembinaan. Hal ini juga diamini oleh Widodo. “Kami sebenarnya sudah melakukan pembinaan kok. Pada dasarnya juga tidak ada apa-apa kok,” tambahnya.

Dengan setengah mengklarifikasi, Widodo menyebutkan bahwa berita itu awalnya adalah dari SMA Salahudin. “Saya tidak tahu darimana asalnya kok tiba-tiba nama SMAN 10 masuk. Kalau kita mau berbicara tentang peraturan, dia mencantumkan nama SMAN 10 itu atas dasar apa. Yang memberikan komentar kan dari pihak SMA Salahudin. Seperti komentar yang mengenai terjadi pemukulan kan bukan dari kita,” katanya.

Menyambung perkataan Widodo, Niken sudah meminta kepada sekolah untuk cooling down menangani masalah ini. Buktinya, beberapa guru sudah tenang menghadapi permasalahan. Justru yang agak bergejolak, menurut Niken adalah beberapa orang tua siswa. “Ada beberapa yang SMS ke saya, meminta untuk menuntaskan masalah ini,” lanjutnya. Dia berulangkali menegaskan, tidak ingin mengungkit masalah yang telah lalu. “Kami sekarang konsen untuk bagaimana berprestasi dan berpikir kedepan,” tegasnya.

Sementara itu, hasil ‘penyelidikan’ Malang Post di sekitar SMAN 10, kawasan tersebut ternyata dikenal sering dijadikan tempat bentrok siswa berseragam putih abu-abu.

Ardi, salah satu warga sekitar SMAN 10 mengatakan, ia sering melihat para pemuda-pemuda berseragam putih abu-abu ini, melakukan adu fisik di samping maupun di depan sekolah yang berstandar international tersebut. Saking seringnya, warga menganggap bahwa kejadian tawuran antar pelajar di SMAN 10 adalah hal yang biasa. (mp17/mar) (mp17/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s