Asesor Dilarang Terima Amplop

Sakban Rosidi (kiri) dan Kabid Dikmen Disdik Kota Malang Drs Sugiharto dalam acara diklat untuk asesor, kemarin.

Sakban Rosidi (kiri) dan Kabid Dikmen Disdik Kota Malang Drs Sugiharto dalam acara diklat untuk asesor, kemarin.


Akreditasi SD hingga SMP di Kota Malang segera dimulai. Dijadwalkan pada Agustus ini, tim Asesor sudah bisa melakukan penilaian ke sekolah-sekolah. Karena itu, kemarin Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kota Malang melakukan diklat untuk Asesor yang akan terjun ke lapangan.

Diklat tersebut bertujuan agar Asesor memahami tugasnya dan tidak berbuat kecurangan. Seperti menerima suap atau sejenisnya. “Asesor tidak boleh menerima sesuatu yang sifatnya hadiah dalam rangka melaksanakan tugas visitasinya ke sekolah. Jika tidak, maka objektifitas penilaian tidak bisa dilakukan,” ungkap Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Drs Sugiharto kepada Malang Post.

Dikatakan, pada penilaian sebelumnya kasus seperti itu pernah terjadi. Saat tim penilai datang, sekolah memberikan amplop tebal untuk Asesor. Ia berharap tahun ini, tidak ada kejadian seperti itu lagi, termasuk soal objektifitas Asesor saat melakukan kroscek hasil evaluasi diri yang dilakukan sekolah. kalau memang sekolah dianggap berlebihan dalam menilai dirinya, maka ada prosedur yang harus dilalui sehingga penilaian sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Akreditasi sekolah tahun ini akan dilakukan untuk 30 SMP MTs di Kota Malang. Terdiri dari 25 SMP dan 5 MTs. Masa berlaku akreditasi beberapa sekolah itu telah habis untuk masa empat tahunan, sehingga harus diperpanjang kembali. Data di lapangan, ada sekitar 33 sekolah yang sudah habis masa akreditasinya. Namun alokasi hanya bisa diberikan untuk 30 sekolah saja.

Menurut Koordinator UPA Kota Malang, Drs Sakban Rosidi, M.Si tahun ini, semua sekolah wajib mengikuti akreditasi. Sebab tanpa status ini, sekolah tidak bisa menyelenggarakan ujian nasional (UN) sendiri. Selain itu, tanpa status akreditasi, maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah akan menurun.

UPA Kota Malang, kata Sakban, memiliki tugas untuk melakukan akreditasi bagi lembaga pendidikan SD hingga SMP saja. Sedangkan untuk SMA baik SMALB, SMA maupun SMK diselenggarakan oleh provinsi. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s