Produksi Susu Cenderung Turun


Produksi susu segar di Kabupaten Malang menurun lima persen dari total produksi 225 ton per hari. Penurunan sangat dipengaruhi susahnya mendapatkan rumput gajah atau rumput lembing, sumber pakan hijauan segar utama bagi sekitar 52 ribu ekor sapi perah.

“Di musim kemarau sekarang, banyak areal lahan rumput gajah yang mengering karena kekurangan air,” kata Kepala Dinas Peternakan Endy Kusaeri beberapa waktu lalu.

Karena pakan hijauan segar susah didapat, banyak peternak sapi perah beralih menggunakan pakan konsentrat dan bekatul dalam jumlah banyak. Padahal harga pakan sekarang mahal. Alhasil, biaya pakan yang harus dikeluarkan peternak pun melonjak.

Bahkan, karena persediaan rumput gajah mulai habis, banyak peternak yang terpaksa ke Kediri dan Nganjuk untuk membeli pakan tebon jagung. Sebelum tiba musim kemarau, harga rumput gajah sekilogram Rp 150 dan sekarang naik menjadi Rp 250 setiap kilonya, tebon jagung naik dari Rp 200 menjadi Rp 350 per kilogram.

Sedangkan harga pakan konsentrat di koperasi unit desa antara Rp 1.125 sampai Rp 2.200 per kilogram. Sedangkan di pasar nonkoperasi harganya sekitar Rp 90 Ribu per zak isi 60 kilogram atau naik dari Rp 80 ribu per zak. Harga bekatul untuk campuran makanan sapi berkisar Rp 1.600 atau naik dari kisaran Rp 1.300 per kilogram.

Rata-rata, setiap hari sapi perah membutuhkan pakan konsentrat dan bekatul minimal satu sampai tiga persen dari berat badan ternak, ditambah pakan hijauan segar. Jika komposisi pemberian pakan sesuai dan teratur, tiap sapi perah bisa memproduksi 10 liter susu segar, dengan harga di tingkat peternak berkisar Rp 3.500, di tingkat koperasi dan pabrikan Rp 3.700 per liter.

Sedangkan di musim kemarau pemberian pakan sering tak sesuai dan biayanya cenderung naik serta tak sesuai dengan biaya produksi yang ditanggung peternak. “Selain itu, kekeringan berdampak pada margin keuntungan yang bisa didapat peternak karena mereka harus membeli pakan hijauan yang lebih mahal dibanding di musim hujan. Pembelian pakan konsentrat menambah biaya produksi,” ujar Endy.

Menurut Endy, sapi perah di Kabupaten Malang berjumlah sekitar 52 ekor, dengan penambahan tiap tahun sekitar dua persen. Sapi-sapi ini tersebar di 19 dari 33 kecamatan. Sentra penghasil susu segar masih di Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Turen, Singosari, Jabung, Dau, dan Bantur.(eno) (Redaksi/malangpost)

1 Komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang Raya

One response to “Produksi Susu Cenderung Turun

  1. angga

    kalo mau beli yang di bekasi ada gak ya
    ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s