PDAM – ESP Jaring Informasi Sumber

Suasana dialog yang berlangsung di aula terbuka di sumber mata air Dusun Ubalan, dan kondisi sumber mata air di Dusun Ubalan, Desa Balesari, Ngajum.

Suasana dialog yang berlangsung di aula terbuka di sumber mata air Dusun Ubalan, dan kondisi sumber mata air di Dusun Ubalan, Desa Balesari, Ngajum.

Gayeng. Begitulah suasana dialog jaring informasi yang dilakukan PDAM Kabupaten Malang bekerjasama dengan ESP (Enviromental Services Pragram) bersama Radio Citra Malang, dengan melibatkan masyarakat dan murid SD di lokasi sumber mata air Dusun Ubalan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum.

Acara dialog tersebut digelar di sebuah aula terbuka di sekitar sumber, pihak PDAM diwakili Direktur Umum (Dirum), Sri Aji Subowo dan Direktur Teknik (Dirtek), Bambang Sukamto, yang memberikan banyak pemahaman dalam sesi pengarahan mengenai perawatan dan pemakaian sumber mata air, yang kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.

“Mengapa kegiatan di lokasi sumber mata air, tidak lain untuk bisa melihat dengan dekat bagaimana lokasi sumber dan apa-apa yang perlu dilakukan. Masalahnya, sekarang PDAM bersama ESP, Perhutani, TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tengah membuat konsep untuk pemeliharaan dan pengamanan sumber mata air yang diharapkan mampu bertahan sampai 20 tahun atau lebih ke depan. Sehingga, sumber mata air tetap terjaga,” jelas Sri Aji.

Lebih lanjut dijelaskan, dari hasil konsep yang akan dibuat, nantinya akan disampaikan ke Pemkab Malang. Karenanya, apa-apa yang perlu menjadi perhatian, diperlukan masukan dari masyarakat.
“Perlu diketahui, dari sejumlah sumber mata air di Kabupaten Malang yang berjumlah sekitar 865 titik, tidak semua dikelola seperti yang ada di Dusun Ubalan. Hanya sekitar 34 titik sumber mata air, yang dalam pengelolaan karena memang letaknya sangat potensial dengan debit airnya yang sangat besar.

Sumber mata air Ubalan itu memiliki kapasitas sumber 350 liter/detik, sementara kapasitas yang dimanfaatkan PDAM 137, 87 liter/detik dengan klasifikasi dimanfaatkan PDAM Ngajum, Kepanjen dan Pakisaji,” urai Sri Aji.

Dalam kesempatan itu, seorang peserta Doedoek Subiakto, yang juga mantan pengurus perhimpunan perikanan, mengharap agar dalam pemanfaatan sumber mata air, PDAM juga melibatkan Dinas ESDM dan Pertanian. Alasannya, jangan sampai ketika sumber mata air dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, nantinya muncul kesan kalau air untuk pengairan airnya menjadi berkurang. (sit/udi)
(Sigit Rohmad/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s