Museum Brawijaya, Tempat Nostalgia dan Belajar

Museum Brawijaya ini tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tapi juga tempat studi bagi wisatawan asing dan domestik

Museum Brawijaya ini tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tapi juga tempat studi bagi wisatawan asing dan domestik

Minat berwisata sejarah ke Museum Brawijaya di Jalan Ijen ternyata masih sangat tinggi. Selain dikunjungi wisatawan domestic, museum yang telah berusia 40 tahun ini juga masih memikat wisatawan asing. Di museum ini, selain berwisata sejarah dan nostalgia, juga jadi tempat riset ilmu pengetahuan.

Kepala Museum Brawijaya, Mayor (CAJ) Lukas Wahyu Dewanto mengungkapkan, waktu puncak kunjungan terjadi pada bulan Mei, Juni dan Juli. Dalam periode waktu ini, terdapat sekitar 7000 pengunjung setiap bulannya.

“Para pengunjung di waktu puncak kunjungan ini berasal dari pelajar dan mahasiswa dari dalam Kota Malang dan daerah lain di Jawa Timur,” katanya. Banyaknya pengunjung dari kalangan pelajar karena sesuai program sekolah, yakni sebelum dan sesudah liburan. Selain pelajar dan mahasiswa, masyarakat umum juga mengunjungi museum.

Dalam sebulan, rata-rata pengunjungnya berkisar 1000 orang. Minat masyarakat umum mengunjungi Museum Brawijaya tampak pada 18 Agustus kemarin. Saat itu, kata dia, sekitar 60-an warga RW 16, RT 3 di Sawojajar II ramai-ramai mengunjungi museum sebagai bentuk peringatan ke 63 Kemerdekaan RI. Selain itu, anggota TNI dan Polri pun tercatat sebagai pengunjung di museum ini.

Sedangkan wisatawan asing juga berminat mengunjungi museum milik Kodam V Brawijaya ini. Dalam kurun waktu sebulan, terdapat sekitar 500 wisatawan asing. “Wisatawan asing yang berkunjung ke sini ada yang bernostalgia, ada yang ingin mengetahui koleksi dan ada juga yang study,” jelas perwira menengah TNI AD ini.

Dari sekian banyak koleksi museum, kata Lukas, tank ampiby AM Track merupakan koleksi yang paling sering dilihat pengunjung. Kendaraan tempur ini kata dia, digunakan Belanda untuk menguasai Kota Malang. Namun direbut oleh tentara pelajar.

Selain itu lanjutnya, berbagai koleksi senjata laras panjang dan pistol yang dipakai penjuang Indonesia saat perang melawan penjajah juga menjadi koleksi yang digemari pengunjung.

Karena itulah, kemudian Lukas menyebut Museum Brawijaya merupakan tempat wisata sejarah, sekaligus tempat bernostalgia. “Sebagai tempat wisata sejarah, pengunjung bisa mengetahui tentang berbagai hal di zaman perjuangan,” katanya.(van/lim) (Vandri Van battu/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Malang Raya, Pariwisata, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s