Malam Naas Si Bandar Ganja

Mohammad Zamizami, yang diduga sebagai pemilik 8 kg ganja, diduga adalah bagian dari anggota sindikat peredaran narkoba Malang Raya – Jombang – Aceh.

Dia juga sama sekali tidak mengira, jika malam itu akan menjadi malam yang naas. Kepada Malang Post, pria asli Lhokseumawe NAD ini mengatakan, sudah dua tahun terakhir dia menjual ganja. Alasannya, karena terbawa pertemanan yang keliru dan faktor ekonomi.

Diceritakan Zamizami, dia keluar dari NAD sejak tahun 1991 lalu. Ketika itu, Aceh rusuh, banyak pemberontakan dan tidak aman. Kota pertama yang dituju adalah Jakarta.

Di kota Metropolis itu, Zamizami mencoba mengadu nasib dengan membuka usaha cuci mobil. Namun 1,5 tahun kemudian, dia pindah ke Surabaya. Bidang bisnis yang ditekuninya pun berbeda, yaitu dia ikut dengan beberapa temannya untuk membuka pengobatan alternatif.
Di Surabaya pun tidak lama, hanya satu tahun, Zamizami kembali pindah ke Bali. Dengan teman-temannya, Zamizami berprofesi sebagai penjual sendal dan sepatu keliling.

Profesi itu ditekuninya hingga 1.5 tahun, dan selanjutnya pergi ke Jombang. Disinilah, Zamizami menemukan, tambatan hatinya. Dia bertemu dengan gadis bernama Rani yang selanjutnya tahun 1997 lalu dinikahinya. Dari hasil pernikahan tersebut, Zamizami dikaruniai dua anak, yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar dan TK.

‘’Saya pernah pulang ke Aceh usai Tsunami dulu. Kakak kandung saya menjadi korban dan meninggal,’’ kata Zamizami.

Selanjutnya dia kembali ke Jombang. Tapi saat pulang ke Aceh itulah dia mulai mengenal dunia narkoboa. Namun begitu peredaran narkoba yang ditekuni selama ini yaitu Aceh-Jakarta-Malang-Jombang. ‘’Seminggu lalu, saya mendapat kiriman 10 kilogram dan sisanya tinggal itu,’’ kata Zamizami.

Namun begitu Zamizami mengelak dituduh sebagai pelaku utama. Kepada Malang Post, Zamizami mengatakan hanya sebagai penyalur, dengan upah Rp 100 sampai dengan Rp 1 juta.

‘’Semua hasil penjualan narkoba saya berikan kepada anak istri, saya tidak pernah menggunakan uang tersebut untuk macam-macam,’’ jelas Zamizami. (ira/avi) (ira ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s