Flu Burung Serang Wonosari

Flu Burung kembali terjadi di Kecamatan Wonosari. Setelah pada 20 Pebruari lalu, Barman Anang Setiaji, warga Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, yang suspect flu burung, kali ini giliran menimpa balita.
Yakni Elisa, bocah berusia 17 bulan. Dia juga suspect flu burung. Bocah itu berasal dari Dusun Kalisat Desa Sumber Tempur. Elisa kemarin pagi, dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Elisa dibawa ke rumah sakit, setelah suhu badannya naik hingga 38,8 derajat celcius disertai dengan sesak nafas. Sebelumnya, sekitar 4 ekor ayam di kawasan pemukiman orangtua Elisa dinyatakan positif flu burung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Endy Kusaeri MSi mengatakan, Kamis lalu (21/8) Kamituwo setempat melapor ratusan ayam mati mendadak. Pihaknya langsung menurunkan tim PDSR (Participatory Disease Survelance and Respons) ke lokasi. Berdasarkan rapid test, empat ekor ayam sebagai sample dinyatakan positif terjangkit flu burung.

‘’Tim langsung memusnahkan sekitar 200 ayam di dusun itu dengan cara membakarnya. Tak lupa tim juga menyemprot seluruh kandang ayam di dusun Kalisat,’’ ujar Endy

Endy menambahkan, berawal peristiwa itu kini pihaknya membuka HP miliknya untuk hotline warga. Endy menghimbau warga segera menelepon nomor HP 08125267599, jika muncul kematian ayam mendadak di wilayahnya. Apalagi perubahan cuaca saat ini bisa jadi menurunkan kekebalan pada ayam.
‘’Kalau ada ayam yang mati lagi, kami sudah menyiapkan 800 ribu ampul vaksin ayam. Petugas di Kecamatan juga siaga, termasuk pertugas Puskesmas karena kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,’’ imbuhnya.

Dalam bulan Agustus ini, KLB (Kejadian Luar Biasa) flu burung terjadi di tujuh kecamatan. Terdiri dari Singosari, Gondanglegi, Pagelaran, Tumpang, Wajak, Kepanjen dan Wonosari.

Sementara soal, suspect flu burung Elisa, menurut Endy memang sakit sebelum peristiwa itu terjadi. ‘’Elisa ini baru datang dari Solo, kabarnya dia sudah sakit dari sana,’’ imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr. Agus Wahyu Arifin membenarkan hal itu. Dikatakan Agus, Elisa dibawa ke RSSA sekitar pukul 10.00 WIB karena suhu badannya meninggi. Selain itu, gejala sesak nafas yang dialami bocah itu turut menambah dugaan flu burung.

‘’Iya memang ada suspect flu burung, sudah dibawa ke RSSA,’’ ujarnya dihubungi Malang Post, kemarin.
Hanya saja, dalam pemeriksaan tim medis RSSA, untuk sementara waktu Elisa dinyatakan negatif flu burung. Dari semua lendir yang diperiksa, baik dari hidung, mulut dan tenggorokan, tidak ada gejaja sedikitpun jika korban terkena flu burung.

Itu sebabnya, sekitar pukul 16.30 kemarin, setelah dinyatakan negatif, Elisa langsung dipindahkan ke ruang 7, yaitu ruang khusus perawatan anak-anak.

‘’Hasil ravit test-nya negatif. Kami tidak menemukan adanya virus flu burung. Tapi begitu, untuk konfirmasi beritanya, silahkan ke dokter anak saja,’’ kata dr Titisari, sebagai dokter piket IRD RSSA Malang kemarin.

Sementara orang tua Elisa enggan berkomentar terkait penyakit anaknya ini. Malah saat Malang post mencoba mendekatinya untuk meminta konfirmasi, wanita dengan rambut sepinggang ini langsung menjauh. (ira/ari/avi)
(ira ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s