Penyelidikan Jaringan Ganja Aceh Buntu

Pelaku peredaran ganja Malang-Aceh saat digelar di ruang Kasat Reskoba Polresta Malang

Pelaku peredaran ganja Malang-Aceh saat digelar di ruang Kasat Reskoba Polresta Malang

Upaya petugas unit Reskoba Polresta Malang untuk mengungkap seluruh jaringan Mohammad Zamizami, harus berhenti sampai disini. Masalahnya, para anggota jaringan yang berada di luar kota Malang, mengetahui jika enam pelaku, termasuk Zamizami pelaku utama jaringan peredaran narkoba Malang-Aceh ini sudah ditangkap. Bukan itu saja, 20 kilogram ganja yang dikirim dari Aceh oleh kurir berinisial Ay pun gagal disita.

“Kalau saja teman-teman wartawan mau bersabar untuk tidak mengekspose dulu, mungkin seluruh jaringan peredaran narkoba ini semuanya terungkap. Tapi sudahlah, kami akan terus mengejar para pelaku lainnya, dan berharap mendapat barang bukti yang lebih banyak lagi,” kata Kasatreskoba Polresta Malang, AKP Sunaryo kepada Malang Post kemarin.

Dijelaskan, oleh Sunaryo setelah menangkap Zamizami pihaknya masih terus melakukan pengembangan, dengan melakukan kontak salah satu bandar di Aceh, bos pertama Zamizami. Petugas menyuruh Zamizami melakukan pemesanan, 20 kilogram ganja. Untuk memuluskan, dalam telepon itu, Zamizami mengaku telah menyiapkan uang Rp 10 juta, untuk 20 kilogram ganja tersebut.

“waktu itu kami menelpon bandar pertama tersebut pagi, dan sore harinya ganja itu sudah berada di Jakarta. Dan malam harinya barang itu sudah berada di Malang. Namun karena banyaknya media, namun transaksi gagal dilakukan, karena tertangkapnya Zamizami ini lebih dulu diketahui oleh mereka,’’ kata Sunaryo, yang kembali menghubungi nomor bandar pertama tersebut tidak lagi bisa dilakukan, karena nomor HP milik bandar pertama berdomisili di Aceh ini sudah tidak aktif lagi.

Tidak aktifnya nomor HP milik bandar setelah anak buahnya tertangkap itu sudah wajar. Tujuannya, agar petugas tidak lagi mengembangkan kasus tersebut, dan tidak berhasil menangkap bandar.

“Jaringan yang dipakai para pengedar ini kan mata rantai terputus. Para bandar tidak mungkin melakukan transaksi di rumahnya, atau di teman yang sama. Transaksi itu selalu dilakukan di tempat yang berbeda, sehingga saat anak buahnya ditangkap, bandar pun selamat,’’ tambah Sunaryo.
Begitu pula dengan Zamizami. Itu sebabnya, dalam peredaran narkoba, Zamizami harus lihat, dan merekrut beberapa orang kepercayaan untuk menjalankan bisnisnya ini, sehingga selama dari tangkapan polisi. Tapi sial, upayanya itu tidak membuahkan hasil, sehingga Rabu (20/8) lalu Zamizami ditangkap petugas, saat akan menyerahkan ganja kepada Agus.

Sementara itu Zamizami sendiri sering memberikan keterangan berkelit kepada petugas. Itu terlihat dari hasil pemeriksaan pertama Kamis (21/8) lalu, dengan hasil pemeriksaan kemarin. Hasil pemeriksaan lalu, Zamizami mengaku bermain narkoba sejak awal tahun 2007, namun dari hasil pemeriksaan kemarin Zamizami mengaku menjadi pengedar sejak tahun 1999 lalu.

Selain itu, Zamizami juga mengatakan jika selama ini sudah 3 kali menjalani tahanan. Yaitu pertama ditangkap petugas Polres Malang, kedua di Polres Jombang, dan ketiga di Polresta Malang. “Banyak yang dirubah, awalnya tersangka mengaku tidak pernah ditahan, tapi kemarin dia mengatakan sudah dua kali, dan ini yang ke tiga. Dan saat kami konfirmasikan juga benar,’’ ujar Sunaryo. (ira/mar)
(ira ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s