Marketing Tak Jalan, Produk Tak Dikenal

Yonghan Budiyono saat memberikan presentasi

Yonghan Budiyono saat memberikan presentasi


Bisnis atau perusahaan seharusnya bisa berjalan dengan sukses dengan atau tanpa owner/pimpinan di dalamnya. Jika tidak demikian, berarti pelaku bisnis belum mendekati kesuksesan dan bahkan dikendalikan oleh bisnisnya sendiri. Hal ini diungkapkan oleh pembicara Yonghan Budiyono, pebisnis sekaligus pemegang Master Licensee perusahaan pelatihan bisnis (Business Coaching) Action Coach.

Dalam seminar bertema The Secret Formula To Maximize Profit & Biz Potential akhir pekan lalu, Han menjelaskan pula mengenai sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tim. Selama ini, banyak pemimpin yang terlalu disibukkan dengan hal-hal sepele yang seharusnya ia delegasikan. “Tugas seorang leader, ialah menyupport teamnya agar bisa melayani customer dengan baik. Pemimpin tidak perlu berurusan langsung dengan customer karena ketika customer bertemu dengan pimpinan, mereka tidak akan mengindahkan tim anda,” jelas pria yang akrab dipanggil Han ini.

Salah satu penghambat terbesar dalam kinerja perusahaan, lanjut Han, ialah memilih mempertahankan karyawan yang tidak efektif. Menurut Han, ini merupakan kesalahan paling umum yang kerap dilakukan oleh pimpinan. “Saya banyak menerima keluhan, pekerjaan karyawan tidak memuaskan. Namun saat saya sarankan untuk mengganti dengan tenaga baru, ia menolak dengan alasan kasihan. Ditambah dengan embel-embel anaknya tiga dan istri yang harus diberi makan. Atau, segan memecat karena ia masih ada hubungan saudara dengan istri atau keluarganya,” paparnya.

Han menjelaskan, daripada berbelas kasihan dengan karyawan yang meski loyal, tidak bisa memberi manfaat apa-apa pada perusahaan, lebih baik memberi kesempatan pada tenaga baru yang kinerjanya lebih menjanjikan. Namun tentu saja, lanjut dia, ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang benar-benar menginginkan perusahaannya berkembang.

Mengenai kinerja perusahaan, Han juga menambahkan, kegagalan 80 persen small medium enterprise diakibatkan terlalu fokusnya perusahaan tersebut pada operasional. Padahal, ada aspek lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu financial dan marketing. Ketiganya harus berjalan dalam porsi yang sama besar. “Sebagus-bagusnya produk yang Anda hasilkan, jika marketingnya tidak jalan, maka produk Anda tidak akan dikenal oleh masyarakat. Begitupun jika finansial diabaikan, akan menghambat perusahaan yang akan membawa pada kegagalan,” pungkas dia. (fio/mar) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s