Widya Balik Adukan Arily ke Polisi

Ika Widya Safitri, 17, kemarin menjalani periksaan petugas Unit PPA Polresta Malang. Siswi SMA Shalahuddin yang dilaporkan, Arily Safitri, 17, karena terlibat kasus penganiayaan ini tampak tenang.
Sedikitpun tak terlihat kecemasan ataupun ketakutan diwajahnya, saat berhadapan dengan petugas. Malah, Widya sapaan Ika Widya Safitri, sangat lancar menjawab semua pertanyaan yang diberikan petugas.

Kedatangan Widya ke Polresta Malang, tidak sendirian. Dia ditemani penasehat hukumnya, Eko Arif Mujiantono SH. Widya datang sekitar pukul 08.30. ‘’Kedatangan kami untuk memenuhi panggilan petugas. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,’’ kata Eko usai mendampingi kliennya.

Dalam pemeriksaan perdana tersebut, Widya yang datang memakai baju warna putih, dipadu dengan celana jeans tersebut, menjawab 30 pertanyaan yang diberikan petugas. Semua pernyataan itu berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilaporkan Arily, Jumat (8/8) lalu. ‘’Semuanya berkaitan dengan kasus yang diadukan. Kalau kasus lainnya, maaf kami tidak ada sangkut pautnya dengan kami,’’ kata Eko.

Pengakuan Widya sendiri, tak jauh beda dengan yang disampaikan Arily. Tuduhan penganiayaan itu, terjadi dua kali dalam sehari. Pertama siang hari dilakukan di ruangan kelas Arily, saat istirahat, dan kedua di depan masjid SMA Shalahuddin, saat keduanya mengikuti kegiatan istighosah dalam rangka HUT sekolah tersebut.

‘’Sesuai yang dilaporkan, klien kami mengakui adanya pemukulan itu hingga dua kali. Namun klien kami sudah meminta maaf dan berusaha menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan,’’ kata Eko sambil berjalan beriringan dengan Widya.

Bukan itu saja, Widya juga mengaku penganiayaan yang dilakukan terhadap Arily, tidak murni penganiayaan. Karena saat itu Arily juga sempat melakukan perlawanan dan membalas pukulan Widya.
‘’Arily sempat hendak membalas, usai saya pukul. Tapi saat itu banyak teman yang melerai, sehingga pukulan balasan tidak jadi dilakukan,’’ kata Widya.

Menyoal penyebab terjadinya penganiayaan tersebut, Widya kembali menegaskan kalau hal itu disebabkan salah paham. Dia tetap yakin kalau Arily sengaja menyebarkan nomor ponsel milik.
‘’Silakan saja kalau dia tidak mengaku. Yang jelas saya tahu kalau Arily yang menyebarkan nomor HP saya ke teman-teman setelah ada salah satu yang mengatakan kepada saya,’’’ tandas Widya.

Karena itulah, Widya mengaku jika perlakuan kasarnya terhadap Arily karena dirinya sudah tidak bisa lagi membendung emosi. ‘’Tadinya hubungan saya dan Arily tidak ada masalah dan kami berteman. Dia pernah satu kelas dengan saya saat di kelas X, tapi karena dia sudah membuat gara-gara, apa boleh buat. Tapi yang jelas, saya sudah meminta maaf,’’ kata Widya.

Hanya saja, Widya baru akan membuka identitas orang yang membocorkan rahasia itu, jika saatnya tiba. ‘’Nanti pasti akan saya buka semuanya. Termasuk anak laki-laki yang mengatakan mendapatkan nomor HP Widya itu dari Arily,’’ tambah Eko.

Menariknya, selain memenuhi panggilan, Widya kemarin juga pengaduan Arily ke polisi, berkaitan kasus perbuatan tidak menyenangkan yang menimpa dia dan keluarganya.

Perbuatan tidak menyenangkan ini terjadi saat pihak Widya berusaha mendatangi rumah Arily, untuk meminta maaf. Keluarga Arily mengucapkan kata-kata yang sangat tidak layak. ‘’Masih pengaduan, belum melapor. Nanti jika saatnya baru kami melapor,’’ kata Eko sambil mengatakan jika pihaknya tetap patuh pada prosedur hukum.

Kanit PPA Ipda Jayanti Manda Sari Harahap, saat dikonfirmasi Malang Post mengatakan, saat ini pihaknya masih mempelajari berkas pemeriksaan Widya.

Itu sebabnya, pihaknya belum memberikan keputusan apapun, termasuk melakukan penahanan terhadap Widya, yang kemarin statusnya sudah tersangka.

‘’Kami belum melakukan penahanan. Meskipun dia statusnya adalah tersangka. Apalagi, dari hasil pemeriksaan, tersangka juga mengaku dipukul terlapor. Jika itu memang benar terjadi, maka kasusnya tidak lagi penganiayaan, melainkan perkelahian,’’’ kata Jayanti.

Bukan itu saja, agar kasus ini terus berjalan sesuai dengan prosedur hukum, petugas juga akan kembali memeriksa saksi-saksi. ‘’Tadi (kemarin, Red.) penasehat hukumnya meminta ada saksi dari pihaknya untuk meringankan,’’ tandas Jayanti, sembari mengatakan jika penanganan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum. (ira/avi)
(ira ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s