Lebaran, Produksi Mebel Meningkat

Menyambut lebaran tahun ini, hampir semua pengusaha dibayangi dengan kenaikan harga bahan baku. Utamanya, akibat kenaikan harga BBM yang berujung pada naiknya sejumlah bahan baku untuk produksi. Termasuk diantaranya, produsen mebel yang terpaksa menekan marginnya untuk tetap mendulang rupiah pada lebaran kali ini.

Untuk indutri mebel, hampir semua bahan baku yang digunakan mengalami kenaikan. Misalnya, bahan baku spon yang harganya meningkat hingga 35 persen, karet, kayu, hingga bahan pengecatan dan pelitur yang naik hingga 25 persen.

“Untuk menaikkan harga jual mengikuti harga bahan, jelas tidak mungkin. Sehingga, produsen mebel saat ini banyak yang mengatasinya dengan mengganti bahan. Contohnya, jika biasanya produsen menggunakan spon kualitas A, kini untuk produk yang sama, digunakan spon B,” terang salah satu produsen mebel di kawasan Kemirahan, Nur Mulia Darmansyah.

Pemilik showroom Mebel Bintang Jaya di Jalan Kauman ini mengatakan, selain mengganti bahan, cara lain yang juga digunakan untuk bisa bertahan ialah dengan mengurangi margin penjualan. Jika kenaikan harga mencapai 35 persen, produsen hanya bisa menaikkan harga 15 hingga 20 persen saja. Sebab utamanya, lanjut pria yang akrab dipanggil Nur ini, toko-toko jual mahal alias tidak mau membeli produk mebel jika harganya tinggi. Meskipun permintaan pasar sebenarnya tidak berkurang.

Meski dihadang dengan kendala harga, namun pria kelahiran 1964 ini optimis penjualan akan tetap seramai tahun sebelumnya. Pasalnya, menjelang hari raya, warga Malang masih membutuhkan untuk memperbarui mebel, khususnya pada ruangan menjamu tamu. “Diantaranya set kursi untuk ruang tamu. Mebel seperti tempat tidur dan lemari juga banyak terjual. Di saat lebaran, warga ingin menjamu tamunya dengan sebaik mungkin. Salah satunya ditunjukkan dengan menyediakan mebel yang sekaligus merupakan prestis atau kebanggan,” beber pria ramah itu.

Menurut Nur, saat ini produsen mebel masih tetap berproduksi seperti biasa untuk menyiapkan stok lebaran. Ia yakin penjualan tahun ini tetap mengalami peningkatan yang sama besar dengan tahun lalu. Bagi produsen mebel, ungkapnya, Lebaran memang merupakan masa keemasan. Misalkan stok sebelum lebaran mencapai 200 persen, H-3 sebelum lebaran biasanya hanya menyisakan 25 hingga 50 persen saja. (fio/mar) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s