Lokalisasi Terbesar Tutup Sebulan

Pekerja Seks Komersil di lokalisasi Suko, Kecamatan Sumberpucung memilih pulang kampung karena para MCK (mucikari) memutuskan tutup total selama bulan Ramadan.

Pekerja Seks Komersil di lokalisasi Suko, Kecamatan Sumberpucung memilih pulang kampung karena para MCK (mucikari) memutuskan tutup total selama bulan Ramadan.

Lokalisasi terbesar di wilayah Kabupaten Malang, Okus (Suko) di Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung memastikan tutup total selama bulan Ramadan.

Bahkan, sekitar 75 persen Pekerja Seks Komersil (PSK) di lokalisasi tersebut sudah pulang kampung.
Mereka memastikan tutup total dan tidak beroperasi karena para tokoh masyarakat dan MCK (mucikari) setempat, telah sepakat menutup lokalisasi sebulan penuh dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan.

Paidi Sugrowo, tokoh masyarakat Okus, mengatakan kebijakan tersebut telah disetujui sekitar 120 PSK penghuni lokalisasi. Beberapa hari sebelumnya, mereka melakukan sosialisasi terhadap para PSK. Dia katakan, lokalisasi harus ditutup supaya tidak muncul gejolak dari kelompok masyarakat yang lain.
“Kami pernah diserbu ratusan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) pada tahun 1999 lalu. Saat itu tempat ini sempat dibakar massa karena tetap buka pada bulan Ramadan,” aku Paidi ditemui Malang Post, kemarin.

Berdasarkan kesepakatan, lokalisasi tersebut ditutup terhitung sejak tanggal 29 Agustus mendatang. Selama satu bulan, para PSK tidak boleh menginjak areal jual beli seks di RT 29 RW 3 itu dengan alasan apapun. Menurut Paidi, saat ini sekitar 75 persen PSK sudah pulang ke daerahnya masing-masing.

“Tidak boleh ke sini selama tutup, apapun alasannya, termasuk menjenguk MCK (mucikari),” imbuhnya.
Paidi mengatakan para PSK di lokalisasi itu berasal dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah hingga pulau Kalimantan. Disinggung soal rencana pengalihan kerja para PSK selama bulan Ramadan, Paidi mengatakan cukup sulit. Pasalnya, pada tahun 2005 lalu, salah satu perusahaan rokok sempat menawarkan kerja part time.

“Para PSK menolak karena bayarannya terlalu sedikit, sekitar Rp 10 ribu, mereka menuntut Rp 30 ribu perhari,” imbuhnya.

Terpisah, Hariono pemilik wisma Putri Ayu menegaskan warga tidak kebingungan meski lokalisasi tutup selama sebulan. Menurutnya, para pemilik wisma masih bisa mencari kerja sampingan sebagai petani ikan jaring sekat dan petani sawah. Meskipun hasilnya tidak sebesar ketika menyewakan kamar untuk para PSK.

“Di sini para PSK tinggal secara gratis dengan biaya makan dari kami, namun mereka harus membayar Rp 10 ribu per tamu,” ujarnya.(ary/jon) (Ary Bagus Wicaksono/malangpost)

7 Komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

7 responses to “Lokalisasi Terbesar Tutup Sebulan

  1. hmmboy

    oalah kampungkuw kok koyok ngene yoooo… isiiiiiiinnn……. mbok diilangke, mosok lek mulih kampung men ndelok’i ngonoan terusssss

  2. aku asli sumberpucung rekesan woiiiiiiii kecrek mne mne aku gratis oleh a lalek oleh yo tak nok komplek okus ae nginep sedino sippp

  3. kcrek terossssssssss aku kok gak di kek i gratisan sec bak komplek aku asli rekesan sumberpucung jln 2tgp wong wedok nok komplek asijan ayu ayu hot hot pisan katek an

  4. lalek onok seng gratisan kandanono aku yo oke sip tak kcrek lalek dikek i gratisan kro bak hot seng nok komplek? tak enteni gratisan ne kne

  5. iis

    aku asli arek okuz…
    Wah kmpungku bestzh bgt yow
    msok smpek saiki ttp rme.. Wah mleh kngen kro omah pow maneh lek mlaku2 ndk kmpung dwe.,
    slam okuz nedhen…

Tinggalkan Balasan ke saifulbrians Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s