Karnaval Sambut Ramadan

Malangpost)

Karnaval Ramadhan (foto:Malangpost)

Menjelang Ramadan, di beberapa wilayah terlihat kelompok masyarakat menggelar pawai. Seperti di Batu dan Kota Malang. Di Batu, karnaval yang juga menyambut Ramadan, digelar Kecamatan Batu. Meski dalam karnaval itu juga ada muatan-muatan kemasyarakatan lain.

Siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif Kota Batu mengusung tema yang berbeda dengan peserta karnaval lainnya. Mereka membawa aneka poster yang mengingatkan masyarakat untuk bersiap-siap menyambut kedatangan bulan suci ramadan. Meski tema yang diusung dalam karnaval Kecamatan Batu, karnaval seni dan budaya.

‘’Marhaban Ya Ramadan, jadikan bulan puasa sebagai bulan pelebur dosa,’’ bunyi beberapa poster yang mereka usung. Meski terlihat kelelahan di terik siang panas, mereka tetap semangat untuk menuntaskan karnaval hingga akhir.

Selain tema menyambut ramadan, adapula desa yang menampilkan kreasi kritik sosial dengan banyak korupsi yang terjadi di Kota Batu dengan membawa patung tikus besar. Ada pula yang menampilkan aksi teaterikal ilegal loging yang membabat lahan hutan hingga gundul.

Semua tampilan yang disuguhkan peserta karnaval berusaha mendapatkan simpati dari masyarakat yang menyaksikan karnaval itu. Pasalnya, panitia PHBN Kecamatan Batu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai peserta yang menarik melalui vote yang dikirimkan ke nomor khusus yang disediakan Indosat, pendukung acara itu.

‘’Kami bekerjasama dengan Indosat dalam penyelenggaraan karnaval ini termasuk sistem penentuan untuk peserta favorit. Masyarakat dapat mengirimkan sms melalui nomor khusus yang telah kami sosialisasikan,’’ kata Ketua PHBN Kecamatan Batu, Muhammad Yamil.

Tidak hanya peserta karnaval yang mendapatkan hadiah, masyarakat yang mengirimkan sms terbanyak juga mendapatkan hadiah yang langsung di umumkan, usai semua peserta karnaval melewati panggung kehormatan. Hadiah yang disediakan mulai dari merchandise sampai TV 29 inc.

Karnaval yang diikuiti organisasi kesenian tradisional dan lembaga pendidikan itu dilepas dari jalan Sultan Agung berlanjut ke Jalan Imam Bonjol, Perempatan Temas, Jalan Diponegoro, masuk ke Jalan Gajah Mada dan Alun Alun Batu, kemudian Jalan Panglima Sudirman dan berakhir di depan Hotel Asida di tandai dengan panggung kehormatan.

Sementara itu di Kota Malang, ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang Raya menggelar tarhib (sambut) Ramadhan 1429 H, dengan melakukan pawai (masiroh) jalan kaki serta melakukan silaturrahmi di kantor Wali Kota dan DPRD Kota Malang, Sabtu (30/8) kemarin.

Pawai yang dimulai dari luar Stadion Gajayana, melewati beberapa jalan protokol itu, juga diselingi orasi dari beberapa orang ustadz, seperti Ust. KH. Abdullah, Drs.Abu Wafik, Saad Abdul Aziz Spd dan Drs. Hasbi Harokan.

Mus’ab Abdulah, Koordinator Lapangan (Korlap) menyebut, pawai ini murni untuk menyambut Ramadhan. ‘’Termasuk memberikan pemahaman kepada setiap muslim, kalau ramadan ini adalah momentum perjuangan,’’ terang Mus’ab kepada malang Post.

Dia juga mengajak semua kalangan masyarakat agar bersama-sama menjaga nilai puasa, dengan memberikan teguran kepada pemilik tempat hiburan agar menutupnya, dan juga kami minta kepada pemerintah kota malang memberikan penegasan.

‘’Marilah sama-sama menjaga lingkungan dan keluarga agar puasa kita terjaga dan utamanya adalah mempersiapkan diri. Serta kami berharap pemerintah untuk tegas dalam memberikan pengawasan kepada tempat-tempat hiburan,’’ jelasnya lagi. (aim, mp-16/avi) (muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s