Jumlah Maba PTS Naik, Dampak Persaingan Peningkatan Kualitas

Setelah sempat mengalami penurunan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang beberapa tahun belakangan, saat ini mulai menunjukkan tren peningkatan. Praktis, para pengelola PTS pun diselimuti optimisme dalam menjaring mahasiswa pada tahun-tahun mendatang.

Tren kenaikan tersebut terlihat dari jumlah mahasiswa baru (maba) empat PTS yang sejak Rabu (3/9) lalu memulai masa orientasi. Empat PTS itu adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), Institut Teknologi Nasional (ITN) dan Universitas Widyagama Malang (Uwiga).

Di UMM, jumlah maba 2008 mencapai 4.865 orang. Dibanding tahun sebelumnya, ada kenaikan lebih dari 10 persen jumlah maba. Terdiri dari sekitar 4.400 maba reguler dan sisanya gelombang khusus. Termasuk 23 mahasiswa mancanegara yang tersaring melalui program BIPA dan ACICIS.

Nasrullah, kepala humas UMM kemarin mengatakan, daya tampung UMM memang stabil di angka 4.800-an mahasiswa. Jumlah itu kurang lebih separo dari total peminat yang mendaftar ke UMM sebanyak 8.400-an pendaftar. Dengan banyaknya peminat itu, pihaknya berupaya menaikkan daya tampung secara perlahan dan kontinyu. “Kami selalu optimistis untuk tetap bisa eksis dalam menjaring mahasiswa. Sebab, kami terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan dan memberikan banyak bekal kepada mahasiswa,” ungkap Nasrullah.

Di Unisma, jumlah maba 2008 juga bertambah dibanding setahun lalu. Sesuai catatan tim penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unisma, ada penambahan 20 persen mahasiswa dari sekitar 1.000 maba pada tahun sebelumnya. Penambahan itu antara lain, berasal dari fakultas keguruan ilmu kependidikan (FKIP) dan teknik. Juga fakultas pertanian yang naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya serta dari fakultas kedokteran. “Naik jumlah mabanya. Kami bersyukur,” kata Ir Mahayu Woro Lestari, Ketua tim PMB Unisma.

Kondisi yang sama juga terjadi di ITN. Meski membuka pendaftaran hingga empat gelombang, perolehan mahasiswa ITN relatif bagus. Sesuai data yang dikeluarkan ITN, jumlah maba berkisar 1.000 orang, naik dari lebih kurang 800 orang di tahun 2007 lalu.

Humas ITN Ida Barita R. Napitupulu mengungkapkan, pihaknya tengah membangun image dan juga kompetensi lulusan agar lebih bisa bersaing. Salah satunya melalui program-program terapan dan aplikasi. Apalagi saat ini spesifikasi teknik mendukung program pemerintah menggalakkan pendidikan vokasi.

Di Universitas Widyagama, tren kenaikan pasca titik keseimbangan juga mulai terlihat. Meski angka kenaikan tidak ekstrim. Menurut Purnawan D. Negara, bagian humas, jumlah mahasiswa 2008 kurang lebih 370 orang. Ada kenaikan 30 orang dari tahun sebelumnya 340 orang. Jurusan yang diminati adalah akuntansi dan teknik informatika.

Meski kecil, Purnawan optimististis akan terus meningkat seiring dengan upaya civitas akademika melakukan perubahan-perubahan dan memperdalam kompetensi mahasiswa. Termasuk juga memberikan bekal skill lain di luar keilmuan yang dikuasainya dari bangku kuliah. “Bisanya setelah mencapai titik equilibrium, grafis akan naik lagi. Kami optimististis saat ini menjadi titik balik,” ungkap aktivis lingkungan ini. (yos/lia/jawapos)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s