Kekurangan Air, Produksi Teh Wonosari Menurun

Produksi teh di perkebunan teh wonosari PTPN XII di Kabupaten Malang turun drastis hingga 80% selama musim kemarau akibat kekurangan air. Bahkan, kemarau juga mengakibatkan sedikitnya 300 orang pekerja pemetik teh dirumahkan.

Sejauh ini, pabrik teh peninggalan zaman Belanda tahun 1875 di kawasan itu hanya mampu mengolah 5-6 ton tiap hari. Padahal selama musim hujan bisa memproduksi 24 ton per hari.

Manajer Kebun Teh Wonosari Budi Styo Iriawan mengatakan penurunan drastis produksi disebabkan karena tanaman teh kekurangan air. Sehingga tidak banyak kuncup daun teh muda yang dapat dipetik.
Akibat tidak banyak daun teh yang diproduksi, pengelola kebun terpaksa memberhentikan 300 orang dari 600 orang buruh pemetik teh setempat. 300 buruh yang diberhentikan itu seluruhnya pekerja harian lepas dari warga setempat.

Kondisi seperti itu dialami hampir setiap tahun saat memasuki musim kemarau. Kondisi paling parah terjadi pada 2006. Saat itu terjadi kemarau panjang sehingga produksi teh hanya dua ton per hari.
Ia mengaku heran kebun teh wonosari sulit mendapatkan air mengingat letaknya di lereng Gunung Arjuno.

“Logikanya daerah di lereng gunung banyak air. Tetapi kenyataannya tidak. Sejauh ini kami hanya mengandalkan satu sumber mata air, itupun debitnya mulai mengecil. Bahkan sudah berupaya beberapa kali mengebor air bawah tanah, namun gagal mendapatkan air,” terang Budi.

Mengandalkan satu sumber mata air yang ada, kata dia, jelas tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman teh dan agrowisata. “Ketersediaan air hanya cukup untuk memberantas hama dan pupuk daun,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi akhir-akhir ini selain kekurangan air, juga dampak hujan abu. Kekurangan air, lanjut dia, memicu serangan hama buto ijo yang menyerang daun.

Sedangkan abu vulkanik Gunung Semeru menyebabkan kerusakan pada daun teh dan menambah biaya operasional pengolahan.”Daun teh yang kotor oleh abu harus dibersihkan. Hal itu butuh waktu dan biaya tambahan,” tegas Budi seraya mengatakan abu vulkanik tidak mengganggu kualitas dan rasa teh.
Luas kebun Wonosari 1.144,31 hektar, terbagi tiga bagian yakni afdeling Wonosari seluas 370,31 hektar di Desa Toyomerto, Singosari, Kabupaten Malang.

Afdeling Gubug Lor seluas 344,11 hektar di Desa Wonorejo, Lawang, Kabupaten Malang, dan afdeling Randu Agung seluas 429,89 hektar di Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.(eno)
(eno/malangpost)

1 Komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

One response to “Kekurangan Air, Produksi Teh Wonosari Menurun

  1. desy

    bagaimana produksi dan pemasaran teh di PTPN wonosaro malang?dan apa kendala produksix?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s