Bisnis itu Rahmat-Nya

Sungguh berbahagia insan di dunia ini yang bisa merasakan dan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, yaitu bulan pencuci dosa dan maksiat.Bisa menjalankan puasa itu adalah suatu rahmat, karena ada sebagian orang yang tidak dapat melaksanakannnya karena suatu hal. Rahmat adalah karunia, suatu pemberian dari Tuhan kepada hambanya karena kasih dan sayangNya. Dalam bahasa Arab, puasa (saum) artinya menahan diri, begitu juga dalam bahasa Jawa, juga artinya menahan diri.

Karunia Tuhan sangatlah banyak, maka wajiblah bagi kita untuk bersyukur. Salah satu karuniaNya kepada kita adalah kemampuan untuk melaksanakan bisnis (bermu’amalah). Masalahnya adalah bagaimana kita melakukan bisnis yang benar, yang diridhoiNya. Bisnis yang membawa kemanfaatan hidup kita di dunia dan akhirat kelak, bukan bisnis yang membawa kerusakan bagi diri sendiri, keluarga atau masyarakat bahkan alam sekitar.

Bila anda adalah pemula bisnis maka sifat-sifat positif sebagai seorang pengusaha harus diperhatikan. Diantaranya , sifat khusyu’ yaitu penuh konsentrasi dalam mengerjakan bisnis yang sedang dilakukan. Jangan mudah terpengaruh oleh prospek yang hanya memberi iming-iming yang tidak rasional atau return yang tidak masuk akal. Berpikirlah kamu, karena Tuhan senang dengan orang yang senang menggunakan pikirannya untuk kebaikan. Untuk khusyu’, anda harus tekun dan sabar, seperti yang diajarkan dalam shalat. Serta bertasbihlah di kala petang dan pagi hari, Insya Allah keinginanmu akan dikabulkan olehNYA.

Sifat berikutnya adalah mau berusaha sekuat tenaga. Tidak ada kata tidak bisa. Bisa tidak bisa harus bisa. Ingatlah, satu-satunya penolong kita adalah Tuhan. Gantungkan harapan kita kepada Tuhan. Seperti yang dialami berderet-deret penjual dawet ayu di pinggir jalan. Ada saja pembeli yang menghampirinya untuk membeli dagangannya. Maha Suci Tuhan, yang selalu menyiapkan rezeki untuk ciptaanNYA.

Layanilah pembeli anda dengan antusias dan gembira, berkatalah yang baik dan berilah maaf sekalipun kepada peminta-minta. Jangan berkata dusta sebab tidak akan menguntungkan dalam perniagaan anda. Dusta akan membawa kita dalam golongan orang-orang munafik. Jangan campur-adukkan yang haq dan yang bathil. Sesuatu yang anda sembunyikan sekecil apapun pasti ketahuan.Tepatilah janjimu bila berjanji dengan orang lain, mintalah maaf bila lupa. Sesunggunya Tuhanmu menyukai orang-orang yang menepati janji karena yang menepati janji termasuk orang-orang yang bertakwa.

Dalam bisnis selalu ada resiko, kalau tidak untung ya buntung. Bila anda buntung karena kurang beruntung ,jangan berkeluh kesah berkepanjangan. Bangkit, bangkit dan bangkit. Jangan putus asa. Gunakan mata hati, selalu yakin akan pertolongan Tuhan. Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Mungkin kerugian kita seratus juta rupiah adalah ujian untuk siap dengan sukses keuntungan satu milyard. Ada orang yang tidak siap dengan resiko kesuksesan / keberuntungannya. Segala sesuatu di dunia pasti ada batasnya. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Berpikirlah, ambil hikmahnya jangan sialnya.

Bagi anda yang sudah menjalankan bisnis dan memperoleh keuntungan yang biasa ataupun luar biasa, jangan lupa bersyukur. Nafkahkanlah hartamu di jalan Tuhanmu, niscaya Tuhan akan melipatgandakan ganjaranNYA, Dialah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki kita. Berinfaq dan bersedekahlah kepada fakir dan miskin, niscaya tidak akan membuat rugi bagimu, tidak akan membuatmu menjadi khawatir dan sedih.

Maha Suci Tuhan, Dzat yang memberi rezeki tiada batas, yang mempunyai kehendak menjadi kaya atau miskin, mulia atau hina kepada hambanya. Salam sukses, semoga anda termasuk golongan orang-orang yang bertakwa dan beruntung serta mampu menahan diri. Amin. (Redaksi/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s