Remiten Turun Drastis

Dua bulan sebelum ramadan, tercatat remitten (devisa negara) dari Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Malang menurun drastis. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pengiriman uang TKI pada bulan Juli dan Agustus lalu. Penurunan tersebut membuat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terheran-heran, seharusnya terjadi peningkatan karena datangnya bulan Ramadhan.

Bulan Juni lalu, pengiriman uang TKI pada empat bank yakni BNI Cabang Malang, Bank Buana, BRI Cab Kawi, BNI Cab Unibraw di Malang mencapai Rp 55 Miliar. Anehnya, pada bulan Juli, nilai transfer TKI hanya sebesar sekitar Rp. 9 Miliar.

“Saya juga heran, seharusnya meningkat, entah apa penyebabnya,” ujar Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker dan Transmigrasi Bambang Sugeng.

Bulan Juli lalu, transfer terbesar mengalir pada BNI Cabang Malang dengan nilai sebesar Rp 6,345 milyar. Jumlah terbanyak disumbang oleh TKI di negara Arab sebesar Rp 5,565 Miliar. Sisanya melalui BRI Cab Kawi sebesar Rp 90 Juta dan BNI Cab Unibraw sebesar Rp 2,856 Miliar, Bank Buana nihil.
“Memang dibanding tahun 2007 lalu, remitten dari TKI menurun sekitar 60 persen,” imbuh Bambang Sugeng.

Yang paling mengherankan, pada bulan Agustus, nilai pengiriman TKI hanya sebesar Rp 71,873 Juta. Pengiriman itu tercatat melalui satu Bank yakni BRI Cabang Kawi. Dengan rincian, TKI Hongkong Rp 2,6 Juta, TKI Arab Rp 52 Juta, TKI Singapura Rp 5 Juta dan TKI Taiwan Rp 11 Juta.

“Kemungkinan banyak yang transaksi lewat ATM langsung, atau tranfer antar ATM, sehingga transaksi di bank sedikit,” ujar Bambang.

Meski demikian, Bambang meprediksi, peningkatan nilai tranfer akan terjadi pada hari-hari mendekati Lebaran nanti. Menurut Bambang, telah jamak, para TKI lebih senang mengirim uang mepet lebaran. Namun, data tersebut baru masuk ke Disnaker selepas lebaran nanti.

“Kita lihat dan bandingkan saja, nilai tahun ini dan tahun lalu, jika menurun berarti ada yang aneh. Ya analisis sementara, remitten turun karena jumlah TKI makin menurun, kesempatan kerja di Indonesia sedikit terbuka,” pungkasnya.(ary/eno) (bagus ary/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s