Dinkes Batu Pantau Penarikan Brosur Cuka Apel

Muhaimin/MalangPost)

Cuka Apel yang brosurnya sudah ditarik.(foto: Muhaimin/MalangPost)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu tidak memberikan batas waktu kepada produsen cuka apel Kusuma Agrowisata, PT Mannasatria Kusumajaya Perkasa (MKP) untuk menarik seluruh brosur yang di satukan dalam kemasan botol cuka apel. Menurut Kepala Dinkes Kota Batu, Ashadi menegaskan, PT MKP sudah menyatakan kesanggupannya untuk menarik semua brosur yang dianggap tidak patut dicantumkan dalam kemasan botol cuka apel produksinya.

Produksi cuka apel itu sudah tersebar di seluruh nusantara sehingga memerlukan waktu untuk penarikan secara keseluruhan.

“Cuka apel itu tidak hanya ada di Malang Raya saja, tapi sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Mereka meminta waktu untuk penarikan seluruh brosur yang sudah tersebar di pasaran,” kata Ashadi kepada Malang Post, kemarin.

Hanya saja, Ashadi tidak memberikan batasan waktu bagi PT MKP untuk menarik seluruh brosur produk yang dianggap bermasalah itu. Mantan Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu itu menyerahkan sepenuhnya penarikan brosur kepada MKP.

Kendati tidak memberikan batasan waktu, Ashadi akan melakukan pemantauan peredaran cuka apel itu di pasaran. Apakah sudah dilakukan penarikan brosur yang dikalungkan di botol cuka apel atau belum. Pemantauan di lapangan akan dilakukan secara berkala langsung ke pasar-pasar dan tempat penjualan cuka apel yang banyak di jual di pusat penjualan oleh-oleh.

“Mereka mengaku khilaf dengan mencantumkan brosur yang menyatu dalam kemasan cuka apel yang diproduksinya. Klarifikasi itu akan dilaporkan kepada BPOM di Surabaya sebagai tindak lanjut peringatan yang diberikan BPOM,” ungkapnya.

Seperti di ketahui, BPOM Surabaya memberikan peringatan kepada cuka apel produksi PT MKP Batu yang melakukan promosi berlebihan dan dianggap menyesatkan. Sebagai produkm minuman suplemen, dalam brosurnya disebutkan cuka apel itu dapat menyembuhkan penyakitnya layaknya obat. Padahal, izin yang di kantongi cuka apel itu bukan izin obat tapi makanan dan minuman dalam negeri (MD).

Dari pantauan Malang Post di lapangan, di beberapa pusat penjualan oleh-oleh di Kota Batu sudah dilakukan penarikan brosur cuka apel yang dikalungkan di leher botol. Produk cuka apel yang dipajang sudah bersih dari brosur kemasan eksklusif yang digantungkan di leher botol.

“Brosurnya sudah diambil dari produsen cuka apel itu beberapa waktu lalu. Sudah tidak ada lagi brosur di kemasan botol cuka apel itu,” terang salah satu petugas toko Tino di Jalan Diponegoro Batu. (aim/jon) (Muhaimin/malangpost)

4 Komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

4 responses to “Dinkes Batu Pantau Penarikan Brosur Cuka Apel

  1. peluang bisnis indonesia memang berpotensi

  2. milassalmi

    Ini baru tindakan berani BPPOM Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota Batu… brantas saja apabila menyesatkan. Trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s