Kota Malang Dapat Anugerah Aksara

Sukses Pendidikan Non Formal Kota Malang mengentas buta aksara mendapatkan penghargaan Mendiknas Bambang Sudibyo. Penghargaan ini telah diberikan pada acara puncak upacara hari Aksara Internasional ke 43. Se Indonesia ada 39 Bupati dan tujuh Wali Kota serta tiga gubernur yang telah berhasil dalam program pendidikan non formal.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan pada 2006 lalu sebenarnya buta aksara untuk usia 14-44 tahun sudah tuntas. Dan kini masih tersisa 527 orang dengan usia 44 tahun ke atas sebagai sasaran selanjutnya.

“Kota Malang sudah melewati garis merah untuk kondisi buta huruf ini. Sebab warga Kota Malang sudah digarap melalui berbagai program penuntasan buta huruf. Mulai dari taman bacaan yang dikelola perpustakaan, Muslimat, Aisyiyah dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Kota Malang Dra Atimah menuturkan untuk melaksanakan program pemberantasan buta huruf ini, Disdik menggandeng lembaga yang ada di tingkatan paling dasar. Ada Aisyiyah, Muslimat, PKK dan juga dari kalangan perguruan tinggi yaitu LPM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Biasanya warga belajar mendapatkan kesempatan belajar dengan tutor selama enam bulan. Sesudahnya tetap dilakukan pembinaan agar pendidikan yang diberikan tidak habis atau dilupakan. Tentu saja pola pengajaran untuk warga KF ini berbeda dengan pembelajaran pada umumnya. Yang lebih mengedepankan enjoy dan tidak kaku. Dan dengan menggunakan pendekatan keaksaraan fungsional atau KF.

“Contohnya belajar membaca, tulis dan hitung yang diajarkan tidak sama seperti di SD. Tapi lebih kepada praktik. Misalnya warga belajar di ajak membeli resep untuk membuat kue. Dan mereka diminta menuliskan resep itu di kertas, dengan demikian maka tidak terasa kalau mereka sedang mendapatkan pengajaran,” tegasnya.

Kendala pelaksanaan kegiatan penuntasan buta aksara ini diantaranya adalah menyangkut keterampilan tutor. Ada tutor yang masih belum faham metode untuk mengajar warga belajar. Sebab banyak pula tutor tidak tetap yang dengan suka rela membantu di pusat pembelajaran yang ada. (oci/eno) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s