Sembako Stabil, Pembeli Merosot

Memasuki pertengahan puasa, harga sembako di Kota Malang relatif stabil. Sejak kenaikan awal puasa lalu, tidak ada fluktuasi harga yang terjadi. Namun ironisnya, pedagang sembako justru mengeluh tidak bisa mendapatkan rezeki tambahan di bulan puasa akibat sepinya pembeli.

Menurut Chusnia, pedagang sayuran di Pasar Besar Malang, bulan puasa tahun ini sangat berbeda dibanding tahun 2007 lalu. Jika tahun sebelumnya ia bisa panen pembeli mulai seminggu sebelum puasa hingga seminggu setelah Ramadan. Tahun ini peningkatan omzet hanya dirasakan dua hari pertama di awal Ramadan saja. “Bulan puasa tahun ini hampir semua dagangan sepi. Tidak ada lagi kemeriahan Ramadan seperti yang kami alami di tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Chusnia menduga, sepinya penjualan bahan pangan di bulan Ramadan dikarenakan tidak keluarnya tunjangan hari raya serta kenaikan BBM beberapa waktu lalu yang berimbas pada merosotnya daya beli masyarakat. Chusnia yang telah berdagang di Pasar Besar sejak 25 tahun lalu pun tidak bisa memenuhi kebutuhan Lebarannya di tahun ini. Untuk menaikkan harga, ia mengaku kesulitan karena jika stok sayur banyak justru akan mengakibatkan panen sayur rusak. Sementara keluhan yang sama juga disampaikan penjual sembako, Muktar. Meskipun harga sembako di pasaran stabil, ternyata tidak lagi mendorong masyarakat untuk berbelanja lebih di bulan Ramadan. Kegiatan buka puasa bersama pun dirasakannya tidak memberikan dampak berarti.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan usaha milik pedagang ayam potong. Salah satunya, Luluk yang mengaku justru mendapatkan banyak pembeli sejak seminggu lalu. Kecenderungan ini, lanjutnya, merupakan dampak dari turunnya harga ayam dari Rp 25.000 per kilo menjadi Rp 21.000 per kilo sejak minggu pertama bulan puasa lalu.

“Sejak harga tinggi di awal puasa, penjualan sempat sangat sepi dan mengakibatkan stok menumpuk karena tidak adanya pembeli. Turunnya harga ayam potong tentu kami sambut dengan sangat senang, karena mendekati Lebaran penjualan kembali ramai,” ungkap wanita ramah ini.(fio/lim)
(Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s