Jelang Lebaran Harga Emas Malah Turun

FIONNA MEDIONY/MALANGPOST)

Salah satu pedagang emas di Pasar Besar Malang. Harga emas sekarang ini turun drastis.(foto:FIONNA MEDIONY/MALANGPOST)

Kabar baik bagi masyarakat yang mengikuti tradisi membeli emas menjelang Lebaran. Tidak seperti beberapa bulan sebelumnya, harga emas kini kembali terjangkau setelah sempat melonjak tajam menyentuh angka Rp 300.000 per gram untuk emas 24 karat. Kini, untuk karat dan berat yang sama, masyarakat bisa memperoleh emas dengan harga jauh lebih rendah.

Kemarin, emas 24 karat tersebut harganya Rp 237.500 per gram. Harga ini sudah turun 15 persen dibanding bulan Agustus lalu. Turunnya harga emas ini terbilang langka. Normalnya, meski tidak tergantung dengan Lebaran, menjelang hari besar umat Islam ini harga emas cenderung naik.
Pemilik Toko Mas Masyhur di Pasar Besar Malang, HM Sultan Akbar Hamid mengatakan, ini baru terjadi satu kali selama 30 tahun ia berdagang emas.

“Tahun ini memang lain dari biasanya. Fluktuasi harga emas sangat tinggi dan belakangan cenderung turun drastis,” terang Akbar saat ditemui Malang Post kemarin.

Turunnya harga emas ini lanjutnya, merupakan pengaruh dari turunnya harga minyak dunia. Jika beberapa bulan lalu minyak dunia lebih dari USD 120 per barel, kini hanya sekitar USD 101 per barel.
Turunnya harga emas ini, ungkap Akbar menguntungkan pedagang emas karena diperkirakan transaksi bisa lebih membaik setelah lesu hampir satu tahun.

Meski demikian, warga rupanya belum menyerbu emas. Berbeda dengan tahun lalu, di minggu kedua bulan puasa, biasanya warga sudah mulai menyerbu toko-toko emas untuk mempersiapkan penampilannya saat Lebaran nanti. Mereka juga bisa memilih model yang tersedia sebelum habis diserbu pembeli lain.

“Sepertinya, masyarakat masih terpukul dengan kenaikan harga kebutuhan pokok sepanjang tahun ini. Daya beli masyarakat terlanjur turun. Atau, bisa jadi masyarakat masih belum mengetahui harga emas sudah turun banyak. Apalagi dolar saat ini kan masih tinggi,” beber pria 46 tahun ini.

Perdagangan emas di Kota Malang sendiri, lanjut Akbar, sangat tergantung dengan kemakmuran warga desa. “Mereka cenderung membeli emas lebih banyak saat panen daripada warga kota yang hanya membeli emas satu dua gram saja,” pungkasnya. (fio/jon) (fiona/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s