430 Buruh PR Toppas Tuntut Diangkat

Pabrik Rokok (PR) Toppas Karangploso kembali diguncang demo sekitar 430 buruhnya, Senin (15/9) kemarin siang. Berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 14.00, PR yang berada dibawah naungan PT. Karya Bina Sentausa di jalan Kertanegara 81 Karangploso itu, sebelumnya juga pernah diadukan ke DPRD lewat aksi demo para buruhnya, Rabu (27/8) silam di Gedung Dewan Kepanjen.

“Masih tetap tuntutan kami kepada manajemen PR Toppas, yakni kami tak mau dikontrak hanya setahun saja, tetapi 5 tahun ke depan atau diangkat menjadi kayawan tetap. Kami juga tak ingin terus menerus tanpa jelas menjadi karyawan kontrak atau outsorsing,”ujar salah seorang pengunjuk rasa, Anitta, kepada Malang Post.

Aksi unjuk rasa yang digelar di halaman PT. Karya Bina Sentausa itu berlangsung damai dan tertib serta juga terlihat tertutup bagi kalangan pers. Pasalnya beberapa wartawan yang hendak masuk ke halaman dalam untuk mengambil foto, diusir keluar oleh tiga orang anggota satpam. “Maaf, Mas, ini perintah dari manajemen dan wartawan tak diperbolehkan masuk halaman. Kalau mau memotret cukup dari luar pagar,”ujar satpam pabrik rokok bermerek Toppas itu. PR ini memproduksi rokok jenis kretek dan filter dengan mempekerjakan 200-an lebih karyawan tetap dan 430 karyawan kontrak yang saat ini berdemo.

“Kami tak ingin berstatus outsorsing dan dikontrak seperti ini tanpa kejelasan nasib, sebab beberapa dari kami ini telah bekerja di PR Toppas antara satu hingga lima tahun. Kontrak setahun terakhir kami sejak tanggal 13 November 2007 dan berakhir 13 September 2008 lalu dan berikutnya kami minta agar segera diangkat jadi karyawan tetap atau dikontrak minimal 5 tahun,”imbuh Sunarsih, pendemo lainnya.

Tak hanya itu, ke-430 karyawan tak tetap itu juga menyampaikan standar gaji mereka disesuaikan dengan upah minimum kabupaten (UMK), masuk dalam jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), diberikan ganti biaya pengobatan, kejelasan akan hak cuti, serta meminta manajemen tetap memberi gaji meski tengah libur di hari besar nasional. Dikatakan, bahwa untuk penggajian karyawan tidak tetap, untuk setiap seribu melinting rokok mereka diberi upah Rp 1.700. (nov) (Noval Lutfianto/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s