Dianggap Lalai, H Syaichon Terancam Penjara Tujuh Tahun

JPNN/malangpost)

Suasana pembagian zakat yang berlangsung ricuh (foto:JPNN/malangpost)

Haji Syaichon, pemberi ‘zakat maut’ hingga menewaskan 21 orang warga kota dan kabupaten Pasuruan, hingga semalam masih diperiksa intensif di Polresta Pasuruan.

Meski demikian, polisi kemungkinan besar akan menjerat warga Jalan Dr Wahidin Selatan, Kelurahan Purut, Pasuruan ini dengan pasal 359 KUHP. Yakni, karena kelalaiannya, menyebabkan orang lain meninggal. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Hal tersebut dijelaskan Kapolresta Pasuruan, AKBP Herry Sitompul saat melakukan olah TKP kemarin. ‘’Sampai malam ini (semalam, red) kami memang masih belum menentukan siapa tersangkanya. Begitu juga dengan status H Syaichon. Sebab, selain dia masih diperiksa, kami pun juga masih harus melengkapi barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Namun, yang jelas, arah dari penyidikan memang kami arahkan ke pasal 359 KUHP,’’ ungkapnya.

Lantas, jika dari hasil pemeriksaan malam nanti H Syaichon, terbukti bersalah apakah akan langsung ditahan? “Waktu pemeriksaan kita kan 24 jam. Masih kita dalami,” ujar dia.

Menurut Herry, menangani kasus yang menjadi sorotan media massa ini, dirinya tidak mau gegabah. Sebab, dari tujuh orang saksi yang sudah dimintai keterangan, masih belum bisa menjerat Syaichon sebagai tersangka.

‘’Dilihat dari kronologis peristiwanya memang jelas adalah kesalahan Syaichon. Sebab, kegiatan sosial yang melibatkan ribuan orang itu, seharusnya ia meminta izin kepada kami sebagai aparat polisi untuk minta kemananan. Namun, yang dilakukan dia, tidak meminta izin hingga mengakibatkan 21 nyawa melayang,” terangnya.

Sementara itu, untuk mempercepat proses penyelidikan kasus tersebut, kemarin sore petugas langsung melakukan olah TKP, dipimpin langsung Kapolwil Malang, Kombes Pol Drs Rusli Nasution, SH, MH, MM. Dari olah TKP yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, petugas menemukan beberapa barang bukti. Diantaranya, sandal, kerudung serta ikat rambut yang diduga adalah milik korban.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mendapatkan barang bukti tambahan. Selain itu, kami juga masih mencari saksi tambahan,” tutur Rusli. Selama proses penyelidikan terus berlanjut, puluhan petugas dari Polresta Pasuruan dan Kodim Kota Pasuruan, disiagakan untuk berjaga-jaga di depan rumah H Syaichon, serta halaman Masjid Roudlotul Jannah, atau TKP meninggalnya 21 korban. Bahkan, di jalan masuk menuju masjid tersebut ditutup dengan gedek dan garis police line.

Seperti diketahui, setiap tahun, pengusaha sukses ini selalu membagikan zakat untuk warga Pasuruan. Namun, baru kali ini dia tertimpa musibah. Sekitar 21 orang yang berdesak-desakan untuk mendapat uang Rp 30 ribu per orang ini meninggal dunia karena kekurangan oksigen ataupun terinjak-injak.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15, atau sekitar seperempat jam setelah pembagian zakat dimulai. Ribuan warga, bahkan sumber lain menyebut hampir mencapai 11 ribu warga, yang datang sejak pagi ditampung dalam sebuah gang yang dipagari, sehingga mereka yang masuk tidak bisa keluar lagi.

Dampaknya, ketika sejumlah orang pingsan karena kehabisan oksigen, ataupun panas dan berdesak-desakan, tapi mereka tidak bisa meninggalkan lokasi, karena gang ditutup setelah pukul 10.00 WIB.

Dalam poster yang ditempel tertulis, pembagian zakat dimulai pukul 09.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB, sehingga mereka yang datang di luar itu tidak dilayani.

Para calon penerima zakat datang dari berbagai pelosok desa dari wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan. Mereka datang sejak subuh, tapi pembagian baru dimulai puul 10.00 WIB.

Satu per satu warga yang berdesakan masuk ke halaman masjid. Sementara ribuan warga yang berada di gang bergerak dari tiga arah, timur, barat, dan utara menuju satu pintu yang dibuka hanya selebar satu orang.

Saat terjadi desak-desakan, sejumlah warga terjengkang jatuh dan terinjak-injak. Sementara arus desakan dari arah timur dan barat terus merangsek ke arah pintu, sehingga warga yang jatuh dan tertumpuk tidak bisa begerak.

Dengan kondisi warga yag telah tertumpuk pintu utama antre juga tidak dibuka. Antrean pembagaian zakat masih terus berlangsung dengan memasukkan orang satu per satu.

Akibatnya, korban yang semula masih hidup satu per satu menghembuskan nafas terakhir dalam posisi terjepit, tanpa ada pertolongan. Evakuasi besar-besaran baru bisa dilakukan setelah para petugas datang.

Polisi sendiri setelah mendengar kabar, sekitar pukul 11.00 langsung mendatangkan personel polisi sebanyak 2 SST (60 personel) untuk menghentikan kegiatan dan mengevakuasi korban.

Sedangkan sore harinya, polisi langsung melakukan olah TKP. Dipimpin langsung Kapolwil Malang, Kombespol Rusli Nasution didampingi Kapolresta Pasuruan AKBP Herri Sitompul.

Di lokasi tersebut, petugas identifikasi sudah memberikan 10 titik di lokasi yang menjadi tempat meninggalnya para korban.

Lokasi tewasnya 21 warga itu berjarak 150 meter dari rumah Haji Syaichon, sang dermawan zakat. Selain itu, polisi juga memberikan garis polisi jalan di depan mushola tempat para korban bertumbangan setelah jatuh dan terinjak-injak pengantre yang lain.

Dari hasil olah TKP yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB, polisi menemukan beberapa barang bukti untuk diidentifikas. Barang-barang itu diantaranya kerudung, rambut palsu, sandal jepit dan ikat rambut.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga sudah memeriksa 12 orang saksi dalam peristiwa tersebut. Sayangnya, meski sudah memeriksa 12 saksi, namun polisi belum menentukan satu tersangka pun dalam insiden yang menyebakan 21 orang tewas.

’’Kita nggak mau terburu-buru menentukan tersangka. Akan kita dalami dulu masalah ini dengan memeriksa sejumlah saksi,’’ kata Kapolwil Malang Kombespol Rusli Nasution seusai olah TKP. (agp/mar) (Agung Priyo/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s