Haji Syaichon di Mata Masyarakat Pasuruan

Maksud baik, tidak selalu berakhir sempurna. Bukan sekali kemarin saja, Haji Syaichon membagikan zakat secara langsung. Tapi sudah sejak 25 tahun lalu. Tapi baru kemarin, pembagian zakat itu berbuntut kematian 21 orang. Lantas, siapa sebenarnya Haji Syaichon?

NILAI zakat yang dibagikan Haji Syaichon memang tidak terlalu besar. Hanya sekitar Rp 30 ribu/orang. Namun, zakat yang diberikan pria yang akrab dipanggil Gus Syaichon ini selalu diserbu warga kota ataupun kabupaten Pasuruan. Apalagi, jumlah yang diberikan kali ini, lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 25.000. Masyarakat pun memilih berdesakan. Mereka tidak peduli kalau pembagian zakat tersebut akan menuai musibah. Di sekitar tempat tinggalnya, Haji Syaichon, memang cukup dikenal. Pria berusia 55 tahun tersebut dikenal sebagai orang yang dermawan. Selain sebagai pengusaha kulit, dia juga pedagang mobil. Lahan sawahnya pun ada di mana-mana. Rumah yang ditempatinya di Jalan Wahidin Selatan, Kelurahan Purut, Pasuruan cukup besar dan mewah.

Berlantai tiga berdiri di areal sekitar 4.000 meter persegi. Di bagian belakang rumahnya ada bangunan yang dijadikan sarang burung walet. Namun, paska kejadian yang mengakibatkan 21 orang meninggal, rumah bercat hijau muda dengan pagar besi setinggi dua meter itu tampak sepi. Di halaman depan hanya terdapat dua mobil, Suzuki Karimun pink, N 927 XA dan sedan Mercedes Benz, L 1173 LJ.

Di halaman rumah terlihat aneka binatang peliharaan. Salah satunya monyet. Halaman rumah yang asri dengan pepohonan mangga dan mengkudu itu juga dihiasi taman lengkap dengan reliefnya. Selain itu, rumah milik Syaichon juga dilengkapi dengan parabola. Menurut warga sekitar, bila ada siaran sepakbola dunia, biasanya warga banyak yang menonton bareng di rumah tersebut.

“Kalau ada siaran langsung sepakbola dunia, biasanya banyak warga yang menonton di sini,” ujar Totok Nugroho, tetangga depan rumah Syaichon.

Disinggung tentang pembagian uang, sebenarnya berlangsung di Masjid Roudatul Jannah. Atau 10 meter di belakang rumah Syaichon. Saat pembagian, masjid yang biasanya bisa menampung sekitar 300 jemaah itu, dipenuhi ribuan orang. Warga sengaja datang pagi-pagi, karena takut tidak kebagian. Apalagi, pembagian sedekah itu, tidak hanya pada puluhan orang, tetapi ribuan orang. Menurut Totok, umumnya warga mendengar ada pembagian uang Gus Syaichon dari mulut ke mulut atau dari siaran Radio FM Ramapati Pasuruan.

“Memang, sedekah ini diiklankan di radio-radio swasta. Namun ada juga yang tahu dari mulut ke mulut. Sebab, pembagian sedekah yang dilakukan Syaichon, ini berlangsung tiap tahun dan selalu dilakukan di hari ke 15 puasa,” terang Totok.

Masih menurut dia, sudah sekitar 25 tahun ini, Haji Syaichon membagi-bagikan uang kepada masyarakat miskin. Dari tahun ke tahun, masyarakat yang berdesakan untuk mendapatkan sedekah uang bertambah banyak. Mereka tidak hanya dari warga sekitar, namun juga dari daerah pedesaan wilayah Kabupaten Pasuruan, sekitar 20 kilomter.

“Yang jelas, baru kali ini ada korban sekian banyak itu. Sebelum-sebelumnya sama sekali tidak ada. Dan menurut saya, tidak ada niatan H Syaichon, untuk membunuh orang. Sebab dia orang baik. Bayangkan saja, setiap tahun dia itu selalu berangkat haji,” ujar warga lain. (agung priyo)
(agung priyo/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s